Abstractive Sense


PSB Bonansa UNS mengadakan turnamen SSB untuk kelompok umur 16 tahun bertajuk "Piala Rektor". Turnamen yang diikuti belasan SSB dari Jateng dan DIY ini diselenggarakan mulai tanggal 4 hingga 6 Maret 2011. Panitia menyediakan dua lapangan untuk mensukseskan acara tersebut, Stadion UNS dan Lapangan Yonif 413 Bremoro.

Mulai Jumat, 4 Maret 2011, belasan SSB dipertandingkan melalui sistem grup yang terdiri dari 4 grup. Setelah usai, dua tim dengan poin terbanyak setiap grup maju ke babak perempat final. Pada pertandingan pertama babak 8 besar, SSB Bintang Mas Sukoharjo mampu menggasak SSB Harimau Bekonang dengan skor 4-2. Pertandingan selanjutnya antara SSB Bhaladika Semarang melawan SSB Pandanaran Boyolali berkesudahan 5-2 untuk Bhaladika. Pada pertandingan ketiga, tim tuan rumah PSB Bonansa UNS mendapatkan  lawan yang tangguh dari Diklat PSIM Yogyakarta. Melalui pertarungan yang sengit, Diklat PSIM Yogyakarta mampu menjaga keunggulan 1-0 hingga wasit meniup peluit panjang. Babak perdelapan final berakhir setelah SSB Djarum Kudus mampu mengalahkan SSS Semarang dalam drama tendangan dua belas pas.

SSB Bintang Mas, SSB Bhaladika, Diklat PSIM Yogyakarta, dan SSB Djarum Kudus melaju ke babak semifinal. Pada laga semifinal, walaupun sempat berimbang pada babak awal, SSB Bintang Mas Sukoharjo akhirnya menjadi lumbung gol dari SSB Bhaladika dengan skor 1-4. Pertandingan selanjutnya antara Diklat PSIM Yogyakarta melawan SSB Djarum Kudus. Sebuah tendangan bebas dari salah seorang pemain SSB Djarum Kudus cukup mengagetkan tim lawan. Pada babak kedua, hujan mengguyur cukup deras dan lapangan becek berakibat permainan kedua tim sulit berkembang. SSB Djarum Kudus mampu menambah keunggulan setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Diklat PSIM sempat mencetak gol hiburan sebelum pertandingan usai, namun gol ini tidak dapat menghindarkan mereka dari kekalahan 1-2.

Mengenai babak final dan perebutan juara ketiga sebenarnya hendak digelar di Stadion UNS. Namun, melalui pertimbangan kelayakan lapangan yang becek, panpel terpaksa memindah tempat ke Lapangan Yonif 413 Bremoro yang sebelumnya digunakan untuk babak penyisihan. Perebutan tempat ketiga mempertemukan Diklat PSIM Yogyakarta melawan SSB Bintang Mas Sukoharjo. Diklat PSIM memperoleh tempat ketiga melalui satu gol semata wayang.

Pertandingan final yang ditunggu-tunggu tersaji pada pukul 16.40 WIB antara SSB Bhaladika Semarang melawan SSB Djarum Kudus. SSB Djarum Kudus kecolongan pada menit-menit awal babak pertama setelah salah seorang pemain Bhaladika mampu melepaskan shooting keras menghujam gawang. Semangat dan fisik yang prima dari SSB Bhaladika menjadikan SSB Djarum Kudus sulit mengembangkan permainan. Alhasil, SSB Bhaladika mampu mencetak dua gol tambahan dan memperoleh trofi juara pertama.

Adapun berbagai pendapat mengenai keikutsertaan SSB dalam turnamen kali ini. Salah satunya dari Suheri Marjio, ofisial Diklat PSIM Yogyakarta ini mengungkapkan tujuan keikutsertaannya untuk mengetes sejauh mana tim mereka mampu menerapkan hasil latihan. Beda lagi dengan Giyarto, ofisial SSB Sport Supaya Sehat (SSS) Semarang ini mengaku sangat optimis dengan performa timnya karena timnya bermain bagus saat kejuaraan di Boyolali.

Bagi SSB Bhaladika, ini merupakan pertama kali keikutsertaan mereka pada turnamen di Solo, karena sebelumnya belum pernah diundang. Menurut Nurhadi, selaku ofisial SSB yang berdiri sejak 2006 ini, timnya ikut setelah mendapatkan undangan yang sebenarnya ditujukan ke sebuah SSB asal Boyolali, dengan alasan kurang siap. Sembari berkelakar, seorang ibu-ibu yang mengantarkan putranya berkata, "Pertama kali ikut langsung menang".

Stadion UNS dipenuhi sepeda motor.
Stadion UNS dari atas.
Suasana di dalam.

Lapangannya ada di dalam Yonif 413, Palur.
Babak penyisihan di Lapangan Yonif.

Lebih lanjut mengenai berita sepakbola usia dini. Cek ini..



Cek di sini..

2 Responses so far.

  1. Dan waktu itu bladhika menjebol gawang ku 5 kali :D (pandanaran) pelajaran berharga

Leave a Reply