Abstractive Sense










Jika sebelumnya SSB Zettle Meyer menjamu SSB asal Solo dalam laga persahabatan, pada Ahad, 20 Maret 2011, SSB asal Karanganyar gantian "berkunjung" di Lapangan Ngijo. SSB P dan K, nama SSB tersebut, memboyong para pemainnya dengan sebuah truk. Pertandingan dimulai sejak sekitar pukul 08.00 WIB dan diakhiri menjelang tengah hari dengan ditutup pertandingan kelompok tahun kelahiran 1999.






SSB P dan K, merupakan SSB yang masih berkaitan dengan Dinas P dan K Karanganyar. SSB bercorak kostum merah ini biasa berlatih di Stadion 45, setiap hari Selasa dan Sabtu. Pelatih kepala dipegang oleh Pak Harjito, sedangkan wakilnya oleh Pak Tris yang saat itu saya temui. Uniknya, pada pertandingan itu terdapat cukup banyak pemain yang masih berseragam bebas. Ada kemungkinan, mereka adalah pemain baru, apalagi jika dilihat pola permainannya yang masih belum padu.














Zettle Meyer (rompi biru) dan SSB P dan K sebagian berbaju bebas, termasuk nomor 20 (Bambang Pamungkas). :D











Kiper SSB P dan K yang mendapati gawangnya kebobolan, di kejauhan pencetak gol melakukan selebrasi.











Latihan heading oleh coach Didi Listianto yang juga diikuti pemain SSB P dan K (Amati permain berbaju merah).











Duduk berlindung dari panas.











Detik detik menjelang gol.











Dua anak yang bergegas naik truk untuk pulang.











Truk sudah penuh, padahal pertandingan kelompok tahun kelahiran lain belum selesai, akhirnya mereka turun lagi.



Lebih lanjut mengenai berita sepakbola usia dini. Cek ini..



Cek di sini..

Read More …



Sebelumnya, berita mengenai Piala Rektor 2011 sudah saya keluarkan di sini. Kali ini, saya akan menyajikan foto momen-momen pertandingan turnamen pada hari pertama dan ketiga. Saya tidak menonton di Lapangan Yonif 413, kesemuanya hanya di Stadion UNS. Foto-foto ini sengaja saya upload agar tidak membeku di dalam harddisk. :D


Hari Pertama (11 Maret 2011)

Pemain Bapopsi Karanganyar melakukan pemanasan ketika salah seorang rekannya mendapat perawatan cedera.
SSB Pandanaran Boyolali mempersiapkan diri sebelum pertandingan.

Para pemain dan ofisial Bapopsi kembali ke tribun pasca pertandingan.

Para pemain SSB Benteng Ngawi pasca pertandingan melawan Bapopsi Karanganyar

Suasana stadion, terlihat anak gawang yang memilih tiduran di pinggir lapangan.

Bertemu dengan tiga orang bocah yang berusaha untuk menaiki gerbang guna menonton pertandingan. Dari bocah yang paling tengah, saya mendapat informasi bahwa di sebuah lapangan futsal di sekitar UNS ada yang mengajari bocah seusianya bermain bola tanpa dipungut biaya. Menurutnya, nama SSB tersebut adalah SSB Kencana, belum ada info lebih lanjut.

Hari Ketiga (13 Maret 2011)

Momen terburuk algojo SSB Fortuna Sukoharjo ketika gagal mengeksekusi penalti karena blunder "menendang udara".

Seorang anak mengambil bola sepak diamati kedua temannya.
Menurut saya sekilas mirip gelandang bertahan Arsenal FC asal Brazil, Denilson.

Pemain SSB Satria Muda Kerjo menatap para pemain SSB Fortuna Sukoharjo yang sedang pemanasan. Para pemain SSB Fortuna berlatih dengan atraktif dan kompak, walaupun pelatih tidak memberi arahan.

Bocah yang mengamati pemain SSB Fortuna Sukoharjo yang berkumpul untuk berlatih "kucingan". Kucingan menempatkan satu atau dua pemain yang berjaga di tengah, di sisi lain pemain yang lain mengoper tanpa mengenai "kucing" tersebut. Jika pemain tersebut mengenai pemain yang jaga atau umpannya tidak bisa diterima rekannya, ia menjadi "kucing" baru.

Pemain SSB Fortuna sudah siap, pemain SSB Terang Bangsa Semarang masih asyik berfoto ria.

Foto ini saya ambil atas permintaan para pemain SSB Satria Muda Kerjo. "Lumayan, kita bisa masuk koran Solopos atau RCTI", kata salah seorang pemain. Padahal...... :D

Pemain SSB Terang Bangsa yang cedera dipandu orang tuanya.

Selebrasi pemain PSB Bonansa disambut ofisial dan pemain cadangan dengan sorak gembira.

"Kita kalah tidak apa-apa, Mas Budi bangga dengan kalian, karena kita berasal dari "desa" tapi bisa membuktikan sesuatu", kurang lebih seperti itu evaluasi pelatih SSB Satria Muda Kerjo. Salut untuk kalian!

SSB Terang Bangsa Semarang meraih juara 4.

Mas Yogi Windya dari panpel memotret penyerahan juara ketiga SSB Fortuna Sukoharjo kepada seorang perwakilan.

SSB Satria Muda Kerjo meraih juara 2.

Abdul Gani, pemain Bonansa yang "dihafali" fans timnya. Ia bermain di dua final terakhir (Pandanaran Cup dan Piala Rektor), keduanya berujung adu penalti. Sangat disayangkan, pada pertandingan melawan Satria Muda, permainannya tidak seeksplosif ketika bermain di Pandanaran Cup.

Pemain dan ofisial PSB Bonansa berfoto bersama Dekan FKIP UNS.


Lebih lanjut mengenai berita sepakbola usia dini. Cek ini..



Cek di sini..
Read More …


Setelah gagal total untuk kelompok umur 16 tahun, PSB Bonansa UNS keluar sebagai juara Piala Rektor 2011 untuk kelompok umur 14 tahun. Pada turnamen yang digelar dari tanggal 11-13 Maret 2011 itu, di babak final Bonansa mengalahkan SSB Satria Muda Kerjo dalam drama adu penalti. Masih satu rangkaian dengan KU-16, panitia pelaksana menyediakan Lapangan Yonif 413 dan Stadion UNS sebagai tempat penyelenggaraan. Turnamen rutin ini diadakan sebagai bagian dari Dies Natalis ke -35 Universitas Sebelas Maret.

Sebelum mencapai final, PSB Bonansa UNS dan Satria Muda Kerjo melalui pertandingan yang cukup berat. PSB Bonansa dalam laga semi final bertemu SSB Fortuna Sukoharjo, sedangkan SSB Satria Muda Kerjo bertemu SSB Terang Bangsa.

Dimulai dengan pertandingan pertama, masing-masing 3 gol berhasil diciptakan tim Bonansa dan Fortuna. Tentunya, nasib kedua tim ditentukan dengan adu penalti. Para pemain Bonansa sempat ciut nyali setelah algojo pertama gagal mengemban tugasnya. Namun, sebuah kerugian besar bagi SSB Fortuna setelah penendang kesekian SSB asal Sukoharjo tersebut justru membuat blunder fatal. Ketika menendang, kaki pemain tersebut justru tidak mengenai bola melainkan tanah. Sejak itulah, SSB Fortuna semakin tertekan hingga seorang algojo lain gagal menyarangkan bola.

Pada pertandingan setelahnya, SSB Satria Muda Kerjo secara mengejutkan mampu mengalahkan SSB Terang Bangsa dengan skor 2-1. Kekalahan SSB asal Semarang tersebut banyak disebabkan kiper tim tersebut menderita cedera, namun tidak meminta ganti. Oleh karena itu, ketika salah seorang pemain SSB Satria Muda melepaskan tendangan jarak jauh, kiper hanya terdiam.

Juara ketiga resmi disandang SSB Fortuna Sukoharjo setelah tim tersebut membombardir SSB Terang Bangsa Semarang dengan skor 3-1. Setelah partai perebutan tempat ketiga usai, PSB Bonansa UNS berhadapan dengan SSB Satria Muda Kerjo dalam laga pamungkas Piala Rektor 2011.  Sama-sama keluar menyerang, kedua tim mampu menciptakan satu gol dan bertahan hingga akhir waktu normal. Adu penalti mampu diselesaikan dengan baik oleh para algojo Bonansa untuk meraih trofi turnamen.

Déjà vu, itulah kata yang tepat jika menilik turnamen yang diikuti Bonansa sebelumnya pada Februari lalu dalam Pandanaran Cup. Kelompok umur 15 tahun Bonansa memenangkan turnamen di Boyolali juga dengan adu penalti. "Lagi-lagi adu penalti", komentar salah seorang ofisial Bonansa, Yogi Windya dengan diiringi tawa.

Pasca pertandingan, seluruh pemain dan ofisal SSB juara berkumpul bersama panpel untuk mengadakan upacara penutupan. Dalam upacara ini, Dekan FKIP UNS, Prof.Dr.H.M. Furqon Hidayatullah,M.Pd., mewakili Rektor UNS secara resmi menutup Piala Rektor 2011.


Adu penalti laga semi final antara PSB Bonansa UNS dengan SSB Fortuna Sukoharjo.
Perayaan kemenangan pemain PSB Bonansa UNS di depan kekecewaan pemain SSB Satria Muda setelah adu penalti.
Pemain PSB Bonansa berfoto bersama Dekan FKIP UNS saat penyerahan piala dan uang pembinaan.

Tim Satria Muda Kerjo yang secara mengejutkan mampu menduduki juara kedua.



Lebih lanjut mengenai berita sepakbola usia dini. Cek ini..



Cek di sini..
Read More …

Sukoharjo


Data Wilayah

Klub : 
Persiharjo Sukoharjo

Stadion dan Lapangan:

Stadion Gelora Merdeka Jombor
 
Stadion Mini Bekonang



Daftar SSB/PSB/Puslat

1.
SSB Fortuna Sukoharjo

Tempat Latihan : 
Stadion Gelora Merdeka Jombor


2.
SSB Jatayu Watukelir

Pelatih :
Hardono, Harjoko, Wakido

Tempat Latihan : 
Lap. Desa Jatingarang (Selatan Terminal/Pasar Watukelir)

Hari Latihan : 
Senin, Rabu, Jumat


3.
SSB Harimau Bekonang

Tempat Latihan : 
Stadion Mini Bekonang


4.
SSB Bintang Mas



Lebih lanjut..


Cek di sini..

Read More …

JOGJAKARTA

Data Wilayah

Klub : 
PSS Sleman
PSIM Jogjakarta
Real Mataram

Kelompok Suporter:
Slemania
Brajamusti

Stadion dan Lapangan: 
Stadion Maguwoharjo
Stadion Mandala Krida
Stadion Kridosono




Daftar SSB/PSB/Puslat

1.
Diklat PSIM Yogyakarta

Manajer:
Ananto

Kepala Sekolah:
Suheri Marjio

Tempat Latihan : 
Stadion Kridosono (Dikelola PT Anindya)

Kelompok Umur :
16 dan 18

2.
SSB Mas Yogyakarta

3.
SSB Gama 


Lebih lanjut..


Cek di sini..

Read More …

Pemain SSB Bhaladika dan SSB Djarum Kudus pasca pertandingan final

Pada tanggal 6 Maret, ketika saya berangkat menuju Stadion UNS, saya melewati kawasan rektorat UNS yang cukup ramai. Banyak warga berbondong-bondong di sekitar lapangan yang biasa digunakan upacara mahasiswa baru ini. Saat itu terlihat sekumpulan Reog yang menari-nari di lapangan Rektorat. Menurut data yang terhimpun, pentas budaya itu merupakan bagian dari deklarasi pembentukan Institut Javanologi oleh universitas di Kentingan tersebut.

Seorang bocah dengan latar belakang sekumpulan Reog.
Posting kali ini masih berkutat di penyelenggaraan Piala Rektor 2011 pada hari terakhir yang sesuai jadwal digelar di Stadion UNS. Namun, karena faktor hujan yang menyebabkan lapangan tidak bisa digunakan, laga perebutan tempat ketiga dan final digelar di Lapangan Yonif 413, Palur. Inilah pertandingan-pertandingan yang saya tonton.

Babak Delapan Besar
Diklat PSIM Jogja (Biru) vs  PSB Bonansa UNS (Hijau)
1-0

Lolosnya Tuan rumah PSB Bonansa UNS ke delapan besar Piala Rektor 2011 langsung mendapat perlawanan sengit dari Diklat PSIM Jogja. Sejak awal, tim yang masih menjadi bagian dari tim PSIM Jogjakarta ini berkali-kali menekan Laskar Kere. Publik tuan rumah terhenyak setelah gawang Bonansa robek oleh pemain lawan. Berada dalam tekanan, seorang pemain tuan rumah sempat tidak bisa menahan emosi. Semenjak pertengahan babak kedua, permainan Bonansa mulai membaik. Tim tuan rumah mendapatkan angin segar ketika seorang pemainnya dilanggar di kotak penalti. Namun, algojo gagal menyamakan kedudukan setelah penalti hanya menghujam tiang gawang.

Pasca pertandingan, saya berinisiatif menemui ofisial Diklat PSIM Jogjakarta untuk bertanya mengenai tim tersebut. Namanya Pak Suheri Marjio, beliau bertanggung jawab dalam menyusun kurikulum tim tersebut atau 'kepala sekolah' menurut manajer tim Pak Ananto. Menurut Pak Suheri, walaupun untuk saat ini masih menjadi bagian dari PSIM, namun struktur kepengurusan Diklat PSIM sudah terpisah. Diklat PSIM biasa berlatih di Stadion Kridosono, sebuah stadion yang diurus oleh pihak swasta bernama PT. Anindya.

Diklat ini melatih pemain untuk kelompok umur 16 tahun dan 18 tahun. Cara memperoleh pemain pun melalui seleksi dari beberapa SSB saat kompetisi oleh tim pemandu bakat. Disiplin sangat ditegakkan, jika ada yang bermasalah, tim bisa mengembalikan pemain tersebut ke orang tuanya setelah sebelumnya diberi peringatan namun tetap dilanggar. Pemain yang bagus langsung diambil oleh PSIM Jogjakarta, sedangkan jika ada tim lain yang berminat mentransfer pemain didikan, maka harus membayar kompensasi. Masih menurut Pak Suheri, tim PSIM merupakan salah satu tim yang memiliki tim reserve (di bawah tim senior, di atas tim junior). Tim Tunas Jogja, tim reserve tersebut, saat ini menghuni Divisi 2.

Setelah bercengkerama dengan Pak Suheri, saya gantian bertanya kepada manajer tim, Pak Ananto. Ketika saya tanya mengenai pertandingan dengan Bonansa, Pak Ananto mengungkapkan kepuasannya. "Kita seharusnya melawan Bonansa di laga final", ungkapnya. Beliau mengakui bahwa cuaca terik dan faktor kelelahan membuat para pemain mudah lepas kontrol. Satu ungkapan dari beliau yang menurut saya cukup membekas, "Orang bola itu gila (dengan memiringkan jari telunjuk di dekat dahi), mereka rela meninggalkan anak dan istri di rumah untuk seharian di lapangan, dengan tidak banyak menjanjikan banyak uang".

Para pemain Bonansa di bangku cadangan.

Tendangan bebas.
Penalti yang menghujam tiang gawang menggagalkan kesempatan Bonansa menyamakan kedudukan.

Jabat tangan dengan tim lawan pasca pertandingan sebagai wujud fairplay.

Babak Delapan Besar
SSB SSS Semarang (Putih) vs  SSB Djarum Kudus (Hijau)
0-0 (3-5)

Pada posting sebelumnya, SSB SSS Semarang harus tunduk dengan tim asal Sukoharjo, Jatayu Watukelir. Namun, walaupun kalah 0-1, pada akhirnya SSB SSS mampu lolos ke babak delapan besar. Berbeda dengan pertandingan ini, kekalahan kedua SSB SSS ini memupuskan harapan tim asal Semarang tersebut. Pada waktu normal, kedua tim gagal menciptakan satupun gol dan pertandingan akhirnya diselesaikan dengan adu penalti.

Nahas, penendang pertama SSB tertua di Semarang ini gagal membuka harapan rekan-rekannya. Sebaliknya, penendang SSB Djarum Kudus berhasil menjalankan tugas prestisiusnya. Satu tangan SSB Djarum Kudus sudah di semi final setelah penendang keempat SSB SSS kembali mengulang kegagalan.

Pemain cadangan SSB SSS menunggu di kursi.
Algojo yang gagal.
Kemenangan SSB Djarum Kudus dan pelatih SSB SS yang kecewa.


Babak Semi Final
Diklat PSIM (Putih) vs  SSB Djarum Kudus (Hitam)
1-2

Setelah sebelumnya SSB Bhaladika membabat SSB Bintang Mas Sukoharjo 4-1, laga semi final dilanjutkan dengan laga Diklat PSIM melawan SSB Djarum Kudus. Walaupun tim Diklat PSIM cukup tangguh sewaktu mengalahkan tim tuan rumah, namun pada laga ini performanya jauh menurun. Bahkan, oleh sebab kelengahan kipernya, tim Diklat PSIM tertinggal melalui tendangan bebas dari jarak yang cukup jauh. Pada pertengahan pertandingan, langit mulai gelap dan petir yang menyambar menjadikan para pemain sempat ketakutan. Tidak begitu lama hujan mulai mengguyur, Tim Djarum Kudus menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang. Pada akhir babak kedua, gol penggembira Diklat PSIM gagal menyelamatkan timnya dari kekalahan dan mengikuti laga perebutan tempat ketiga.

Hujan deras yang mengguyur laga ini memaksa Pak Suheri Marjio dari Diklat PSIM untuk memakai jas hujan.

Perebutan Tempat Ketiga
SSB Bintang Mas (Hijau) vs  Diklat PSIM (Merah)
0-1

Gagalnya SSB Bintang Mas dan Diklat PSIM menembus final menjadikan keduanya bertemu pada laga perebutan tempat ketiga. Pertandingan terpaksa dipindah ke Lapangan Yonif 413 setelah Stadion UNS tidak layak digunakan setelah terguyur hujan. Pada pertandingan ini, Diklat PSIM Jogja menemukan pola permainannya kembali dengan berkali-kali menguasai bola. Sebuah gol semata wayang dari Diklat PSIM menjadikan tim tersebut menempati juara ketiga. Selebrasi pemain Diklat PSIM cukup unik, karena ia "mengajak" rekannya untuk duduk bersila seraya bermain kartu.

Saat berdiri di barat daya lapangan, saya tertarik oleh ulah bocah-bocah sekitar yang menonton pertandingan tersebut. Ada seorang bocah berkepala gundul yang sejak awal hingga akhir pertandingan tidak henti-hentinya mengkomentatori laga tersebut layaknya liga papan atas nasional. "Bola dioper kepada nomor 10, ooouu... kurang cermat, bola berhasil direbut lawan", kurang lebih seperti itulah aksi bocah tersebut menirukan komentator bola.

Pemain Diklat PSIM melewati pemain belakang lawan.
Tendangan bebas umpan menuju kotak penalti.
Ditonton anak-anak sekitar, bocah yang memakai jaket itulah yang saya maksud di atas.


Babak Final
SSB Bhaladika (Putih) vs  SSB Djarum Kudus (Kuning)
3-0

Bagi SSB Bhaladika, keberhasilan mereka mencapai final diiringi dengan kemenangan dengan marjin gol yang cukup banyak. Sebelumnya membabat SSB Pandanaran Boyolali dengan skor 5-2, SSB Bhaladika menunjukkan tajamnya lini depan dengan skor 4-1 melawan SSB Bintang Mas. Namun, ketika babak pertama dimulai, SSB Djarum Kudus dikagetkan dengan gol cepat SSB yang memiliki karakter bermain penuh energi. SSB Djarum sulit mengembangkan permainan hingga dua gol tambahan kembali bersarang. Fantastis, SSB Bhaladika mencetak rentetan kemenangan dengan marjin gol lebih dari 2.

Pada saat pertandingan berlangsung, saya sempatkan diri untuk berbicara ngalor ngidul dengan sekumpulan pendukung dan orang tua pemain SSB Bhaladika, salah satunya Pak Nurhadi. Bagi turnamen di kota Solo, SSB Bhaladika merupakan wajah baru. Menurut bapak yang berlatar belakang militer ini, di Semarang SSB Bhaladika sudah memiliki nama, walaupun terbentuk sekitar tahun 2005. SSB Bhaladika memiliki tempat latihan di Lapangan Arhanudse 15 di sekitar Jatingaleh. Dari salah satu orang tua pemain, saya dikenalkan dengan Pak Warno, yang anaknya bermain cemerlang di turnamen tersebut. Septian David Mulyana, pada turnamen tersebut mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak. Di koran Suara Merdeka versi online, pemain tersebut kerap muncul dengan nama David. Patut kita tunggu, apakah 5 tahun atau 10 tahun pemain berbakat tersebut bermain di kompetisi nasional.

Tim SSB Bhaladika berfoto sebelum pertandingan.
Gol pertama SSB Bhaladika menghujam gawang.
Selebrasi gol pertama.
SSB Djarum Kudus yang terus digempur.
Para pemain SSB Djarum Kudus.
Penyerahan piala dan hadiah kejuaraan disaksikan ketua penyelenggara, Drs. Mamin Suparmin, M.Kes.
Selamat untuk kemenangan SSB Bhaladika.


Lebih lanjut mengenai berita sepakbola usia dini. Cek ini..



Cek di sini..
Read More …