Abstractive Sense

Para anak didik SSB Zettle Meyer sedang berlatih dengan latar belakang cerobong PG Tasikmadu

Di Tasikmadu, terdapat pabrik gula yang sudah ada sejak penjajahan Belanda. Pabrik yang sampai saat ini masih berdiri kokoh, bahkan, kereta pengangkut tebu beserta relnya masih dijalankan hingga saat ini. Di sekitar kompleks pabrik, terdapat pula obyek wisata Sondokoro, yang akhir-akhir ini gencar dipromosikan oleh pemerintah Karanganyar. Di selatan pabrik tersebut, terdapat sebuah lapangan yang cukup luas, Lapangan Desa Ngijo, di sinilah sekolah sepakbola Zettle Meyer bermarkas.

Pagi hari Minggu, 30 Januari 2011, sehari setelah pertandingan Solo FC vs Bandung FC, saya berkunjung ke SSB Zettle Meyer. Awal mula kunjungan saya di sini banyak disebabkan karena saudara saya, ternyata salah satu anak didik di sini. Awalnya saya hanya duduk-duduk di bawah rimbunnya pohon "Anggur Jawa" (talok/kersen), lama kelamaan saya menonton dari dekat proses latihan SSB ini. Sambil lalu, saya bercengkerama dengan ofisial dan bapak-bapak yang mengantarkan putra mereka.

Para pemain yang cukup senior berlatih di separuh lapangan
Bola dan peralatan latihan.
Sebagian anak didik berlatih tendangan. Amati pemain paling pojok yang meniru gaya CR9.:D
Sekelompok ayam melintas ketika para anak didik berlatih menggiring bola.
Setelah berlatih ringan, para pemain bersama-sama menggotong tiang-tiang gawang untuk selanjutnya disatukan.
Ada-ada saja ulah dua pemain di tengah, ketika pemain lain mendirikan gawang, mereka malah bergantungan yang tentu menambah beban temannya.
Anak didik dikelompokkan menurut tahun kelahiran sebelum bertanding. Kelahiran tahun 2000 bermain lebih dahulu.
Para pemain kelahiran 1999 menunggu di pinggir lapangan bersama Mas Chandra (baju biru).
Latihan tanding.
Tendangan penjuru
Detik-detik sebelum gol.
Tercipta gol. Disaksikan kiper, Rizki Aulia (oranye), dan rekannya.
Karena kemasukan dua gol berturut-turut, push up sebagai hukuman dari pelatih.
Terdengar celetukan bek berbaju oranye bernama Rizki Aulia tersebut, "lha kuwi kipere ngajak cengengesan wae, Mas". Maksudnya, terciptanya gol dikarenakan kurang seriusnya kiper, bahkan justru bermain-main. -.-"


Setelah beberapa waktu, pelatih meniup peluit, anak didik kelahiran tahun 2000 keluar dari lapangan. Giliran pemain tahun 1999 gantian mengikuti latihan tanding.
Kemelut di depan gawang.

Setelah kedua kelompok umur latihan tanding, para pemain dikumpulkan oleh Mas Chandra untuk pemanasan ringan dan diberi pengarahan.

Si kiper terkena hukuman lagi. XD

Setelah berkumpul, para anak didik dibubarkan, hanya segelintir yang dipanggil untuk mengikuti latihan tanding bersama para pemain inti. Di sinilah para pemain terbaik dikumpulkan, pemain inti (rompi biru) melawan pemain cadangan (hitam). Pemain cadangan berkesempatan menjadi pemain inti melalui pertandingan ini.
Latihan tanding.

Pelatih Didi Listianto menginstruksikan pergantian pemain.
Rendy (rompi biru), striker cepat yang dimiliki SSB Zettle Meyer.

Hanung (pemain berompi biru yang berdiri paling tengah), bersama Rendy, ia merupakan tumpuan lini depan.

Menurut Pak Harto, pimpinan SSB, Zettle Meyer pernah menduduki posisi tiga pada Piala Medco. Menurut beliau, dua pelatih SSB Zettel Meyer kesemuanya memegang lisensi B. Satu pelatihnya yang hadir, yakni Pak Didi Listianto, merupakan pelatih yang sebelumnya sempat melatih di Tanah Papua. Jadwal latihan SSB Zettle Meyer antara lain setiap hari Selasa sore, Kamis sore, dan Minggu pagi, tentunya di Lapangan Ngijo.

Selain Pak Harto, saya bertemu dengan Pak Haryono, yang akrab disapa "Pego". Salah satu putranya adalah pemain di SSB yang merupakan rival dari SSB Pesat Karanganyar ini. Ketika saya tanya mengenai pemain yang menonjol, ia menunjuk dua striker utama, Rendy dan Hanung. Salah satu dari mereka pernah menjadi topskorer Piala Rektor. Hanung tipikal striker spesialis bola-bola atas, menurut saya setipe dengan Jajang Mulyana. Sedangkan Rendy, ia adalah striker penjelajah dan memiliki kecepatan di atas rata-rata.

Selanjutnya saya menanyai seseorang yang berbaju biru, saya kira ia adalah salah satu pelatih tetap. Namanya Mas Chandra, ternyata ia adalah seorang mahasiswa POK UNS angkatan 2006 sekaligus mantan anak didik SSB ini. Ia mengaku sudah biasa datang ke Lapangan Ngijo untuk membantu melatih anak didik. Ketika saya singgung mengenai UNS pernah bertanding melawan Solo FC di Stadion Sriwedari, ternyata ia adalah salah satu dari pemainnya. Ternyata dunia cukup sempit juga.hehe

Dari bercengkerama tadi, saya mendapat informasi bahwa tanggal 5-6 Februari 2011 ada turnamen SSB di Boyolali. Zettle Meyer sendiri, hari itu sedang mempersiapkan diri untuk turnamen yang bertajuk Pandan Arang Cup. Informasi itulah yang membuat saya datang langsung ke stadion saat hari kedua turnamen berlangsung.

Semoga saja, kelak, Lapangan Ngijo mampu menjadi saksi kelahiran pemain tingkat nasional.


Lebih lanjut mengenai berita sepakbola usia dini. Cek ini..



Cek di sini..

Leave a Reply