Abstractive Sense

Stadion Manahan Solo, pada Sabtu, 8 Januari 2011, menjadi bagian dari sejarah kelahiran kompetisi sepakbola nasional yang bernama Liga Primer Indonesia atau LPI. Laga pembukaan kompetisi yang disebut-sebut lebih profesional ini, dimeriahkan oleh pertunjukan seni kolosal, salah satunya Kelompok Tari Topeng Ireng.

Laga yang mempertemukan Solo FC dan Persema Malang ini dihadiri oleh walikota Solo beserta wakilnya, yakni Jokowi-Rudi. Tuan rumah Solo FC yang belum diperkuat dua pemain asingnya, gagal mengimbangi permainan matang tim yang diperkuat oleh Irfan Bachdim tersebut. Bahkan, Pasoepati yang memadati seluruh tribun stadion dipaksa puas dengan skor mencengangkan, 1-5.


Berikut adalah foto-foto pada laga perdana yang terpaksa saya lewatkan untuk datang langsung ke stadion. Di dalam stadion di ambil dari tribun timur.

Bersama salah seorang seniman Tari Topeng Ireng sebelum acara dimulai
Seniman yang sama setelah memakai hiasan kepala
Para pemain Persema sedang melakukan pemanasan ringan
Kim Kurniawan paling kanan yang sedang membawa bola


Suasana berembun pada saat pembukaan, sempat turun hujan
Atraksi pembukaan
Sebagian performer melewati lintasan atletik
Tarian Topeng Ireng menghadap lingkaran di tengah lapangan
Para performer melewati tribun timur membuat penonton berdiri
Balon-balon yang dilepas ke angkasa untuk meramaikan acara pembukaan

Bendera-bendera logo klub dikibarkan oleh para performer, pojok kiri adalah bendera Bali De Vata

Ketika dikumandangkan Lagu Indonesia Raya

Setelah tercipta gol satu-satunya tuan rumah, syal dibentangkan, kembang api dinyalakan

Pertandingan dijaga steward yang mengelilingi lapangan


Lebih lanjut mengenai berita sepakbola usia dini. Cek ini..



Cek di sini..

Leave a Reply