Abstractive Sense

Bersama mahasiswa Komunikasi UNS angkatan 2008, saya mengunjungi Teluk Penyu di Cilacap. Sebagian besar dari kami berada di Pantai Teluk Penyu hanya sebentar, mengingat kami langsung menumpang perahu menuju Pulau Nusakambangan. Meskipun begitu, ada beberapa yang memilih tinggal di pantai yang banyak terdapat dermaga ini. Satu perahu dinaiki sekitar 18 orang dengan biaya Rp 10.000 per orang PP.

Bagi saya, ini adalah pengalaman pertama saya menaiki perahu menyeberang laut. Bahkan, saya sempat membayangkan yang tidak-tidak di balik hijaunya laut ketika berada di tengah.

Memotret teman-teman yang berfoto narsis

Deretan perahu
Unik, saya melihat ada salah satu perahu yang ditempeli simbol salah satu partai besar di Indonesia.
Dermaga Teluk Penyu,
Rasakan angin sepoi-sepoi di dermaga ini, silahkan berjalan ke tengah jika berani beruji nyali.
Seorang bapak pemungut sampah berjalan di pesisir


Ombak menyentuh bibir pantai

"Dorong!!!", bersama-sama mendorong kapal kami ke laut
Setelah ini, kami menyeberang ke Pulau Nusakambangan yang ada di posting selanjutnya. Di bawah ini adalah foto kami ketika pulang meninggalkan Pulau Nusakambangan dengan perahu.
Balok penyeimbang perahu dan kecipak air

Perjalanan pulang

Perahu menepi
Pantai Teluk Penyu hanya sebagai transit sementara bagi kami. Menurut teman saya yang bertanya kepada orang sekitar, alasan tidak ditemukannya penyu di pantai ini yakni karena kepunahan. Ironis.

Leave a Reply