Abstractive Sense



Setelah menyeberang dari Pantai Teluk Penyu, saya dan teman-teman angkatan 2008 Jurusan Komunikasi UNS mencapai Pulau Nusakambangan. Total terdapat tiga perahu, sedangkan perahu saya mencapai lokasi paling awal. Di sini kami beristirahat dan sebagian berfoto-foto, sembari menunggu teman-teman yang lain.

Sudah mendekati pantai
Kami turun dari perahu, di kejauhan perahu lain menyusul


Rombongan susulan tiba
Bangunan bundar ini menjadi penanda lokasi
Seekor bebek melintas di dekat warung warga sekitar
Setelah membayar tiket Rp 3.500, baru pertama kali, saya kira LP Nusakambangan cukup dekat dari pintu masuk, itu pula yang mendasari saya menolak membeli sandal sebelumnya. Jadi, trek yang cukup panjang itu bagaikan kawah Candradimuka bagi saya, selain becek, tidak ada ojek, bebatuan di situ menjadikan saya serasa terapi refleksi telapak kaki. Karena waktu cukup terbatas, hendak kunjungan ke PT Holcim, tbk, kami hanya mengunjungi sebuah benteng tua dan pantai, tidak sampai LP.

Foto dua teman saya, Satria dan Denta, dengan latar belakang rombongan berdiri di atas jembatan kayu.
Akhirnya sampai juga, Indra (tengah), melepas sepatunya dan ber-cekeran-ria.
Setelah hampir putus asa "bergerilya", akhirnya saya sampai juga di sebuah benteng tua. Mungkin inilah yang disebut Benteng Karang Bolong. Satu hal yang terlintas dalam benak saya, suasananya cukup mistis, apalagi ketika saya terpisah dari rombongan. Setidaknya, saya membawa kamera digital, jadi bisa berlagak jadi kru salah satu program reality show misteri yang populer dengan istilah uji nyali dan orbs itu.

Ruang Barak, mau tidak mau terowongan ini harus dilewati

Bukan genderuwo atau penghuni gaib di sini, dia teman saya Delly.

Waktu yang mepet menjadikan saya tidak bisa memasuki seluruh lorong, selain takut juga.

Apakah itu?
Kalau ruang absen seperti ini, saya lebih baik titip absen saja.

Meriam yang teronggok, terdapat papan pengumuman
Ada yang menarik dari isi pesan papan pengumuman di dekat meriam yang berada tidak jauh dari pantai itu.

DILARANG
MERUSAK, MENGAMBIL, DAN MEMBINASAKAN
BENDA PENINGGALAN SEJARAH YANG DALAM
PENGAWASAN KODIM 0703 / CILACAP APABILA
MELANGGAR PERINGATAN INI AKAN DIHUKUM
PENJARA SELAMA 5 (LIMA) TAHUN.
(PASAL - 362 JO 406 KUHP)

KODIM 0703 / CILACAP

Jadi, jika ada pengunjung yang melanggar peraturan itu, tentunya jika ketahuan, maka ia bukan hanya berwisata dalam pulau penjara. Melainkan berkesempatan ikut merasakan menjadi penghuni penjara tersebut.

Leave a Reply