Abstractive Sense

Awal Desember lalu, Stadion Manahan Solo, menjadi tempat bertemunya klub baru Indonesia yang tergabung dalam kompetisi yang baru pula, Liga Primer Indonesia. Pada Kamis, 2 Desember 2010, tim tuan ruimah yang masih bernama Solo FC (sekarang Kesatria XI) bertanding melawan Medan Chiefs. Walaupun masih laga pramusim, namun animo penonton cukup terasa, ribuan penonton, baik dari kalangan umum maupun dari Pasoepati membanjiri tribun. Solo FC mengenakan kostum merah, sedangkan Medan Chiefs kuning.

Walaupun diperkuat beberapa pemain asing seperti Serge, Figuera, dan Miguel, namun permainan defensif Medan Chiefs mampu membuat penyerang Solo FC frustasi. Begitupula pada babak kedua, Medan Chiefs justru dapat mengimbangi permainan Solo FC, dan sering melancarkan peluang. Namun, hingga peluit panjang, keduanya gagal memecah kebuntuan.

Ada salah satu pemain asing Solo FC yang ketika dimasukkan pada babak kedua, justru menjadi titik lemah dalam permainan. Ia berkali-kali kehilangan bola, dan dihujat oleh sebagian penonton di tribun. Melihat permainan kedua tim, memang masih perlu dilakukan pembenahan, demi tercipta permainan yang atraktif.

Namun, dari sisi penyelenggara, yakni Liga Primer Indonesia, terdapat keunikan tersendiri. Di sekeliling lapangan, terutama selain tribun VIP, ditempatkan belasan match steward yang menghadap penonton. Jadi, pertandingan tidak hanya dijaga jajaran kepolisian.

Jika menilik dari English Premier League (EPL), match steward memiliki wewenang mengamankan jalannya pertandingan, terutama dari ulah iseng penonton. Mereka memakai helm dan rompi kuning, ada kemiripan dengan yang ada di Inggris. Oleh karena itu, jika memang itu match steward, maka perlu kita tunggu lagi konsep apa lagi yang ditawarkan LPI demi terciptanya kompetisi sepakbola profesional.

Di bawah ini adalah foto-foto sekitar pertandingan, diambil dari tribun  timur.
"Nekat banget, dik?", gumam saya ketika melihat usaha bocah tersebut berpindah tribun.

Three ballboys

Match Steward di sekeliling lapangan

Para pemain Solo FC sempat menyapa penonton di tribun timur

Seorang bocah di pagar tribun

Fisioterapis sehabis menjalankan tugas

Tendang bebas untuk Solo FC, ngelirik sesekali boleh lah.

Kembang api berwarna

Kembang api wujud ketidakpuasan suporter mengenai kegagalan tim tuan rumah mencetak gol.

Para pemain berkumpul di tengah lapangan pasca pertandingan.



Lebih lanjut mengenai berita sepakbola usia dini. Cek ini..



Cek di sini..

Leave a Reply