Abstractive Sense

Lapangan terendam, panpel berteduh

Stadion Gelora Merdeka Jombor merupakan stadion yang sebenarnya cukup memadai untuk menyelenggarakan kompetisi, khususnya Liga Bocah. Namun, alam memang tidak dapat dilawan, hujan yang semakin deras memaksa jadwal pertandingan tertunda. Lagipula, drainase hingga saat ini masih menjadi permasalahan di liga paling prestisius di Indonesia, yakni LSI.

Sebelumnya, Minggu, 21 November 2010, sekitar pukul 14.00 WIB, pertandingan semifinal antara SSB Kesatria Solo melawan SSB Sumber Pucung Malang tetap digelar di bawah guyuran hujan. Sumber Pucung mendominasi dan maju ke final setelah mengalahkan SSB dari Solo tersebut. Setelah itu, hingga sekitar pukul 16.00 WIB, pertandingan masih belum digelar. Walaupun hujan telah reda, namun lapangan masih tergenang, dan kondisi ini justru dimanfaatkan bocah-bocah peserta kompetisi untuk bermain-main.

Berikut momen-momen yang terekam.

Sebelas pemain SSB Kesatria Solo berjalan menuju lapangan

Seluruh pemain  kedua SSB beserta wasit dan ofisial pertandingan berjejer di lapangan, tanda pertandingan akan dimulai

Babak pertama berakhir, seluruh pemain SSB Sumber Pucung menepi ke bench, hujan mulai mengguyur.

Suasana tribun

Panpel terpaksa harus mengubah posisi duduk untuk berteduh di tengah guyuran hujan

Pertandingan berakhir dengan kemenangan SSB Sumber Pucung, hujan semakin deras dan lapangan mulai tergenang

Pemain dan jajaran pelatih Sumber Pucung berlari menghindari hujan, di sisi lain ofisial pertandingan masih berada di lapangan


Seorang  bocah berada di ujung lorong mengamati derasnya hujan

"Evakuasi" panpel pertandingan dengan payung

Hujan reda dimanfaatkan para bocah untuk bermain bola dan bermain air

Ada yang menendang bola, ada yang kejar-kejaran

Maaf, sekali lagi, ini bukan pantai

Salah seorang bocah menjadi korban tumpuk-undung, dan diamati bocah lainnya yang sedang berkubang
Foto oleh : Andika Sanjaya
Kamera   : Brica LS-2

Leave a Reply