Abstractive Sense



Simbol-Simbol yang Digunakan untuk Menyampaikan Pesan


Sutradara menggunakan simbol tertentu untuk menunjukkan kepada audiens pesan-pesan dari film tersebut. Simbol-simbol tersebut antara lain:
a.    Semua manusia adalah sama, perilakulah yang membedakannya.
Kata tersebut seperti yang dikatakan oleh ibu dari Rizwan. Latar belakang dari kondisi Mumbai sewaktu Rizwan kecil adalah konflik antara kaum Islam dan Hindu. Ketika itu Rizwan diganggu seseorang Hindu dan ibunya tidak mempermasalahkan agama dari pengganggu tersebut, namun perilaku orang bersangkutan.

b.    Seseorang tidak dapat dipersepsikan hanya dari nama atau agama orang tersebut, bahkan diberikan stereotip buruk.
Gambar pertama menceritakan tentang reaksi mengernyitkan dahi peserta doa bersama untuk korban 11 September ketika melihat Rizwan memakai pakaian layaknya Muslim. Bahkan, setelah itu ada salah seorang peserta yang sampai meninggalkan lokasi. Gambar kedua menceritakan tentang penganiayaan terhadap Sameer yang diduga karena nama “Khan”. Gambar selanjutnya adalah seorang Muslim berjenggot yang berkeinginan menghilangkan jambangnya untuk menutupi identitas Islamnya. Terlihat luka lebam di pipinya, mungkin disebabkan oleh penganiayaan.
Gambar keempat adalah ketika Presiden Bush menemui massa, saat ini  dimanfaatkan Rizwan untuk menemuinya. Gambar kelima, ketika Rizwan berteriak mengatakan kalau Rizwan Khan bukan teroris. Gambar selanjutnya menunjukkan ketika wartawan yang merekam kejadian itu mengamati rekamannya.
Gambar ketujuh menunjukkan ketika usaha Rizwan diberitakan media massa, melalui saudaranya Zakir dan istrinya. Sedangkan gambar selanjutnya menunjukkan bagian dari masyarakat, diwakili seorang pemilik penginapan, yang sebelumnya membenci Islam, mulai menghargai Islam. Gambar terakhir ketika Rizwan dan Mandira bertemu Presiden Obama

c.    Setiap manusia sudah sepantasnya saling tolong menolong tanpa memandang perbedaan.
Pada gambar pertama terlihat ketika Rizwan bertemu dengan seorang Muslim yang membagikan makanannya. Sebuah perilaku tolong menolong, namun masih dalam kesamaan agama.
Pada gambar kedua terlihat ketika Rizwan bersahabat dengan Mama Jenny. Walaupun beragama Kristen, namun hal itu tidak menjadi halangan.
Pada gambar ketiga terlihat ketika banjir, Rizwan mengilhami orang-orang untuk menjadi relawan bencana tersebut. Pihak-pihak yang terlibat sama sekali tidak memandang berbagai perbedaan.



Analisis Kultural Komunikasi Antar Budaya

a.    Etnosentrisme
Wujud etnosentrisme kebanyakan berupa dipandangnya seseorang melalui background budaya yang dimiliki orang yang memandang. Selain orang-orang Amerika yang berkeyakinan sepihak bahwa orang Islam adalah teroris, masih ada contoh lain. Pada perjalanannya, ketika di masjid, Rizwan bertemu dengan sekumpulan Muslim fanatik. Kelompok tersebut balik membenci pemerintah Amerika.
b.    Stereotip
Pada film ini, proses stereotip disebabkan oleh kepercayaan. Jadi, kurang lebih stereotip ini hampir mirip dengan kepercayaan bab selanjutnya.
Stereotip adalah penggeneralisasian orang-orang berdasarkan sedikit informasi dan membentuk asumsi bahwa semua orang pada satu kelompok adalah sama. Prasangka, bahkan lebih buruk lagi, karena cenderung tidak adil dan sebagian besar bersifat negatif.
Pertama kali berada di bandara, Rizwan langsung mendapat pemeriksaan “istimewa” dari petugas bandara. Rizwan diperiksa layaknya seorang imigran gelap atau teroris. Hal ini menunjukka kalau orang asing sering diberlakukan secara sinis dan kasar. Bukan hanya berhenti di situ, terutama setelah Peristiwa 11 September, orang-orang non Muslim lebih sering mengasumsikan buruk terhadap umat Islam. Islam dianggap sebagai sumber teroris.
c.    Kepercayaan
Dalam film ini perbedaan kepercayaan jelas menjadi masalah utama. Islam, agama yang dipeluk Rizwan dijadikan kambing hitam atas tragedi WTC. Bukan hanya Rizwan, banyak muslim lain di Amerika Serikat yang dilecehkan dan dijadikan objek kekerasan. Sameer yang dianiaya, istri Zakir yang dirampas paksa jilbabnya, dan toko milik orang Islam yang dirusak, merupakan beberapa contoh diskriminasi kepercayaan tersebut.
 Simbol Ketika berada di bandara, Rizwan diperlakukan sinis dan kasar oleh karena ia dianggap asing. Selain itu, Rizwan juga pernah mendengar dengan telinga sendiri ketika mendengar umpatan seorang pemilik penginapan yang mengandung kata Islam. Pemilik penginapan tersebut sebenarnya marah kepada perampok, namun setelah itu Rizwan gantian tersinggung dan pergi meninggalkannya. Saat flashback dari masa lalu Rizwan, penonton diingatkan oleh tragedi bentrok rasial antara kaum Muslim dan Hindu India.
d.    Perbedaan Sosial Ekonomi
Rizwan yang notabene berasal dari wilayah yang terbelakang mengalami perubahan yang sangat besar ketika tinggal di Amerika, negara yang menjunjung tinggi modernitas. India, kampung halaman Rizwan, di dalam film digambarkan sebagai negara yang terbelakang. Budaya kerja di Amerika Serikat sangat keras, seseorang harus bekerja keras untuk hidup di sana. Bahkan, status sosial ekonomi Rizwan dan Zakir pun pada awalnya sudah terlihat berbeda. Zakir memakai setelan jas, sedangkan Rizwan berpenampilan biasa.

Categories: ,

5 Responses so far.

  1. postingan yang menarik, mas andika. film pun bisa dijadikan sebagai media dialog budaya. selamat idul fitri, ya, mas, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin atas semua kesalahan dan kekhilafan saya selama ini.

  2. Andika says:

    Terima kasih, Pak. Benar-benar film syarat makna sebenarnya. Sama-sama, Pak. Siapa tahu saya juga pernah salah dalam berkomentar. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

  3. irawanism says:

    saya tak membaanya. seperti kuliah. hahahaha.....

  4. Andika says:

    Hahaha. Ini sih emang tugas kuliah, tapi sempet diedit, diringkas.:D

Leave a Reply