Abstractive Sense

Memerahputihkan tribun utara.

Fans yang melongo.

Paduan suara untuk timnas.

Kembang api merah di antara penonton.

Suasana tribun utara.

Pemuda dan bendera.

Foto-foto lain dapat dilihat di:
Album 1
Album 2
Read More …

Indonesia U-16 (1) vs Timor Leste U-16 (0).
21 September 2010.
Stadion Manahan, Surakarta.

Sekumpulan suporter bocah dengan atribut-atribut klub sepakbola nasional.
Seorang bocah berbaju Persis Solo terus berlari.

Semoga tidak sedang update status FB via hape. :D

Tribun utara, yang dipenuhi fans fanatik timnas, didatangi oleh pengawas dan keamanan pertandingan. Sepertinya ada biang onar.

Pengawas pertandingan sampai menaiki panggung dirijen untuk memberikan pengertian kepada para fans.

Mobil-mobil yang berjejer di sudut stadion.

Gerimis memaksa dua bocah untuk memanfaatkan jas hujannya.

Kembang api yang disulut oleh fans.

Foto-foto lain dapat dilihat di:
Album 1
Album 3
Read More …

Indonesia U-16 (1) vs Timor Leste U-16 (0).
21 September 2010.
Stadion Manahan, Surakarta.


Stadion dan kawat berduri.

Suasana stadion dilihat dari tribun utara.

Anak gawang sedang mengawasi pertandingan.

Tribun VIP juga penuh akan pentonton.

Pemain mengitari stadion untuk memberi penghormatan pada penonton yang datang.

Nughroho, pencetak gol semata wayang, diberi bendera merah putih dari para suporter.

Foto-foto lain dapat dilihat di:
Album 2
Album 3
Read More …



Simbol-Simbol yang Digunakan untuk Menyampaikan Pesan


Sutradara menggunakan simbol tertentu untuk menunjukkan kepada audiens pesan-pesan dari film tersebut. Simbol-simbol tersebut antara lain:
a.    Semua manusia adalah sama, perilakulah yang membedakannya.
Kata tersebut seperti yang dikatakan oleh ibu dari Rizwan. Latar belakang dari kondisi Mumbai sewaktu Rizwan kecil adalah konflik antara kaum Islam dan Hindu. Ketika itu Rizwan diganggu seseorang Hindu dan ibunya tidak mempermasalahkan agama dari pengganggu tersebut, namun perilaku orang bersangkutan.

b.    Seseorang tidak dapat dipersepsikan hanya dari nama atau agama orang tersebut, bahkan diberikan stereotip buruk.
Gambar pertama menceritakan tentang reaksi mengernyitkan dahi peserta doa bersama untuk korban 11 September ketika melihat Rizwan memakai pakaian layaknya Muslim. Bahkan, setelah itu ada salah seorang peserta yang sampai meninggalkan lokasi. Gambar kedua menceritakan tentang penganiayaan terhadap Sameer yang diduga karena nama “Khan”. Gambar selanjutnya adalah seorang Muslim berjenggot yang berkeinginan menghilangkan jambangnya untuk menutupi identitas Islamnya. Terlihat luka lebam di pipinya, mungkin disebabkan oleh penganiayaan.
Gambar keempat adalah ketika Presiden Bush menemui massa, saat ini  dimanfaatkan Rizwan untuk menemuinya. Gambar kelima, ketika Rizwan berteriak mengatakan kalau Rizwan Khan bukan teroris. Gambar selanjutnya menunjukkan ketika wartawan yang merekam kejadian itu mengamati rekamannya.
Gambar ketujuh menunjukkan ketika usaha Rizwan diberitakan media massa, melalui saudaranya Zakir dan istrinya. Sedangkan gambar selanjutnya menunjukkan bagian dari masyarakat, diwakili seorang pemilik penginapan, yang sebelumnya membenci Islam, mulai menghargai Islam. Gambar terakhir ketika Rizwan dan Mandira bertemu Presiden Obama

c.    Setiap manusia sudah sepantasnya saling tolong menolong tanpa memandang perbedaan.
Pada gambar pertama terlihat ketika Rizwan bertemu dengan seorang Muslim yang membagikan makanannya. Sebuah perilaku tolong menolong, namun masih dalam kesamaan agama.
Pada gambar kedua terlihat ketika Rizwan bersahabat dengan Mama Jenny. Walaupun beragama Kristen, namun hal itu tidak menjadi halangan.
Pada gambar ketiga terlihat ketika banjir, Rizwan mengilhami orang-orang untuk menjadi relawan bencana tersebut. Pihak-pihak yang terlibat sama sekali tidak memandang berbagai perbedaan.



Analisis Kultural Komunikasi Antar Budaya

a.    Etnosentrisme
Wujud etnosentrisme kebanyakan berupa dipandangnya seseorang melalui background budaya yang dimiliki orang yang memandang. Selain orang-orang Amerika yang berkeyakinan sepihak bahwa orang Islam adalah teroris, masih ada contoh lain. Pada perjalanannya, ketika di masjid, Rizwan bertemu dengan sekumpulan Muslim fanatik. Kelompok tersebut balik membenci pemerintah Amerika.
b.    Stereotip
Pada film ini, proses stereotip disebabkan oleh kepercayaan. Jadi, kurang lebih stereotip ini hampir mirip dengan kepercayaan bab selanjutnya.
Stereotip adalah penggeneralisasian orang-orang berdasarkan sedikit informasi dan membentuk asumsi bahwa semua orang pada satu kelompok adalah sama. Prasangka, bahkan lebih buruk lagi, karena cenderung tidak adil dan sebagian besar bersifat negatif.
Pertama kali berada di bandara, Rizwan langsung mendapat pemeriksaan “istimewa” dari petugas bandara. Rizwan diperiksa layaknya seorang imigran gelap atau teroris. Hal ini menunjukka kalau orang asing sering diberlakukan secara sinis dan kasar. Bukan hanya berhenti di situ, terutama setelah Peristiwa 11 September, orang-orang non Muslim lebih sering mengasumsikan buruk terhadap umat Islam. Islam dianggap sebagai sumber teroris.
c.    Kepercayaan
Dalam film ini perbedaan kepercayaan jelas menjadi masalah utama. Islam, agama yang dipeluk Rizwan dijadikan kambing hitam atas tragedi WTC. Bukan hanya Rizwan, banyak muslim lain di Amerika Serikat yang dilecehkan dan dijadikan objek kekerasan. Sameer yang dianiaya, istri Zakir yang dirampas paksa jilbabnya, dan toko milik orang Islam yang dirusak, merupakan beberapa contoh diskriminasi kepercayaan tersebut.
 Simbol Ketika berada di bandara, Rizwan diperlakukan sinis dan kasar oleh karena ia dianggap asing. Selain itu, Rizwan juga pernah mendengar dengan telinga sendiri ketika mendengar umpatan seorang pemilik penginapan yang mengandung kata Islam. Pemilik penginapan tersebut sebenarnya marah kepada perampok, namun setelah itu Rizwan gantian tersinggung dan pergi meninggalkannya. Saat flashback dari masa lalu Rizwan, penonton diingatkan oleh tragedi bentrok rasial antara kaum Muslim dan Hindu India.
d.    Perbedaan Sosial Ekonomi
Rizwan yang notabene berasal dari wilayah yang terbelakang mengalami perubahan yang sangat besar ketika tinggal di Amerika, negara yang menjunjung tinggi modernitas. India, kampung halaman Rizwan, di dalam film digambarkan sebagai negara yang terbelakang. Budaya kerja di Amerika Serikat sangat keras, seseorang harus bekerja keras untuk hidup di sana. Bahkan, status sosial ekonomi Rizwan dan Zakir pun pada awalnya sudah terlihat berbeda. Zakir memakai setelan jas, sedangkan Rizwan berpenampilan biasa.

Read More …

Film My Name is Khan mengambil fokus utama sekitar diskriminasi dalam hal kepercayaan. Film ini memang film lama, namun tragedi 11 September belum tentu akan mudah terhapus dari benak masyarakat dunia. Oleh karena itu, pesan dari film yang dibintangi Shah Rukh Khan ini amatlah penting untuk selalu dipertimbangkan dalam memandang isu-isu internasional. 
 

Sinopsis

Sinopsis cerita dari film My Name is Khan dapat dibagi menjadi 5 babak. Babak-babak tersebut antara lain.
a.    Eksposisi (Permulaan)
Babak ini banyak menceritakan tentang masa kecil Rizwan sebagai anak yang “berbeda” dari anak lain. Berawal dari Rizwan Khan, seorang pemuda asal Borivali, wilayah dari Mumbai, India yang mengadu nasib ke San Fransisco, Amerika Serikat. Hal ini ia lakukan beberapa saat setelah ia kehilangan ibunya, seseorang yang selalu mengajarkan kepada Rizwan kecil kalau semua orang adalah sama, hanya perilakulah yang membedakannya. Walaupun pengidap Asperger Syndrome, ia adalah orang dengan kemampuan memperbaiki berbagai barang. Di Amerika Serikat, Rizwan bekerja di perusahaan adiknya, Zakir, sebagai salesman kosmetik.
b.    Pra Konflik
Pada babak ini, api-api konflik mulai terpercik, walaupun masih dalam tingkat kecil. Dari pekerjaan sebagai salesman di perusahaan Zakir, Rizwan bertemu dengan Mandira, penganut Hindu taat, dan putranya Sameer. Mandira, seseorang janda, yang bekerja di sebuah salon, nampaknya tertarik dengan keluguan Rizwan. Singkat cerita, karena cocok mereka lantas menikah dan menjadi keluarga. Walaupun sebenarnya keputusan Rizwan untuk menikahi Mandira tidak mendapat restu dari Zakir, karena perbedaan agama. Sebelumnya bekerja di salah satu salon kecantikan, setelah menikah Mandira merintis salonnya sendiri. Semuanya berjalan lancar hingga suatu peristiwa monumental merubah segalanya. Sebuah pesawat yang konon diotaki Osama bin Ladden menerjang Menara WTC pada 11 September 2001.
c.    Konflik
Selain memakan korban manusia, peristiwa 11 September ini bagaikan awan kelam bagi penduduk muslim di Amerika Serikat. Mereka dilecehkan hingga dianiaya oleh penduduk berkulit putih, hanya karena peristiwa ini, termasuk pula Rizwan dan Zakir. Salon Mandira yang pada awalnya ramai pun menjadi sepi, hanya karena nama Mandira Khan.
Mahligai pernikahan Rizwan dan Mandira berada di ujung tanduk setelah Mandira kehilangan putranya Sameer yang dianiaya segerombolan pemuda kulit putih, dan konon hal ini terjadi karena nama “Khan”. Dianggap pembawa bencana, Rizwan diusir dari rumah oleh Mandira, dan hanya bisa kembali setelah ia bertemu presiden Amerika Serikat. Dari sinilah perjalanan Rizwan dimulai untuk memperjuangkan keadilan. Sejak inilah Rizwan berkelana di Amerika mencari cara untuk menemui presiden.
Perjalanannya terhenti di perkampungan kecil Georgia, ketika ia bersahabat dengan Mama Jenny. Di sebuah gereja kampung kecil itu, diadakan suatu upacara untuk mengingat korbn-korban Perang Iraq. Mama Jenny diketahui menjanda karena ditinggal suaminya  saat perang tersebut. Pada kesempatan itu, Rizwan juga menceritakan mengenai kejadian yang menimpa Sameer.
d.   Klimaks
Setelah gagal pada upaya sebelumnya, suatu ketika, Rizwan memiliki kesempatan untuk mencegat pawai penyambutan Presiden. Di suatu kesempatan, di antara kerumunan massa penyambutan presiden, Rizwan sampai berteriak mengungkapkan kalau ia adalah Khan dan ia bukan teroris. Karena dikira teroris dan dipertimbangkan dapat membahayakan presiden, Rizwan seketika ditangkap untuk nantinya diinterogasi. Saat itu pula, ada seorang wartawan yang mengetahuinya dan memberitakan kepada masyarakat luas.
Di penjara ia dianiaya, dan ditanyai hubungannya dengan Osama bin Laden, padahal ia sama sekali tidak terlibat. Karena berita wartawan tadi, Rizwan mulai mendapat dukungan dari berbagai pihak di Amerika. Pada akhirnya ia dibebaskan dan ternyata Mandira telah mengetahui peristiwa ini dan menyesali perbuatannya.
Setelah itu, Rizwan mendengar berita badai di Georgia, lokasi Mama Jenny tinggal, seketika ia menuju ke sana. Ia melawan bahaya dan berusaha menolong orang-orang yang terjebak dalam banjir. Orang-orang itu menyelamatkan diri di sebuah gereja yang sebelumnya digunakan untuk upacara. Suatu kejadian yang mengharukan ketika inisiatif Rizwan mengilhami kelompok relawan yang datang di belakangnya untuk membantu.
e.    Anti Klimaks
Semuanya tertolong dan orang-orang bersyukur, namun terjadi suatu kecelakaan yang hampir merenggut nyawa Rizwan. Seseorang yang diduga pendukung seorang tokoh Islam fanatik yang pernah terlibat debat dengan Rizwan, menusuknya dengan pisau. Rizwan dilarikan ke rumah sakit dan Mandira datang untuk menjenguknya. Akhirnya semua pemikiran Rizwan diketahui Mandira setelah Mandira membaca buku catatan Rizwan. Mandira menjadi sangat merasa bersalah setelah mengusirnya.
Cerita ditutup ketika Rizwan sembuh dan Amerika Serikat mendapatkan presiden barunya, Barrack Obama, seorang presiden yang notabene berkulit hitam. Rizwan dianggap sebagai pahlawan ketika ia berhasil menemui presiden Obama untuk mengutarakan tujuannya, bahwa Islam tidak dapat disamakan dengan teroris.
1.         
Pesan yang Ingin Disampaikan
Film ini sarat akan pesan yang ingin disampaikan sutradara Karan Johar. Beberapa pesan tersebut antara lain:
a.    Semua manusia adalah sama, perilakulah yang membedakannya.
Setiap manusia terlahir dengan karakteristik dan keunikan masing-masing. Ras, agama, kepercayaan, dan budaya sering menjadi isu yang dapat menimbulkan konflik. Namun, sebenarnya setiap manusia di dunia adalah sama, sedangkan faktor yang membedakannya sebenarnya adalah perilaku, baik maupun buruk. Seperti yang diajarkan tokoh ibu dari Rizwan Khan kepada putranya tersebut dengan latar bentrok kaum Islam dan Hindu di India. Setiap manusia memiliki hak asasi yang sama, minimal hak untuk hidup tenang. Suatu hal yang aneh ketika suatu negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia seperti Amerika Serikat malah melacurkannya dengan dalih suatu peristiwa.
b.    Seseorang tidak dapat dipersepsikan hanya dari nama atau agama orang tersebut, bahkan diberikan stereotip buruk.
Nama “Khan” yang berbau Islami seakan selalu dijadikan alat bagi warga Amerika Serikat untuk menyamakan Rizwan Khan sebagai teroris. Bukan hanya Rizwan, namun umat-umat Islam lain juga diperlakukan serupa. Bahkan, inilah penyebab Rizwan ingin menemui Presiden Amerika, George W. Bush. Rizwan mati-matian memperjuangkan keadilan, bahkan hingga masuk penjara. Untungnya seorang wartawan “menyelamatkan” Rizwan dengan beritanya. Hingga akhirnya Rizwan bertemu dengan Obama. Dengan menonton film ini, audiens dunia seperti diingatkan akan ketidakadilan diskriminasi ini. Teroris bukan disebabkan oleh agama, namun oleh suatu kepentingan kelompok tertentu.
c.    Setiap manusia sudah sepantasnya saling tolong menolong tanpa memandang perbedaan.
Di film tersebut Rizwan pernah ditolong oleh sepasang muslim dengan memberinya makanan. Itu masih pertolongan sesama Muslim, namun sikap saling tolong menolong tanpa memandang perbedaan yang paling jelas terlihat ketika Rizwan Khan melakukan aksi kemanusiaan bencana di Georgia. Rizwan Khan sebelumnya bersahabat dengan Mama Jenny, seorang janda perang beragama Nasrani, yang sempat diajak bertukar kisah tentang kehilangan seseorang yang tercinta. Setelah mengetahui adanya badai di Georgia, Rizwan berinisiatif turun ke lapangan membantu perkampungan tersebut. Suatu pemandangan yang mengharukan ketika di belakang Rizwan ternyata berdatangan pula orang-orang lain yang juga ingin membantu.

Lanjutan
Read More …

Ini berawal dari kegiatan mengisi waktu liburan dengan mencuci sepeda motor. Adanya alat pencuci bertekanan tinggi, selain mampu mempermudah pekerjaan, juga mampu menjadi hiburan tersendiri. Tidak jarang, bukannya disemprotkan ke sepeda motor, melainkan ke objek-objek lain di sekitar, termasuk pepohonan. Nah, kebetulan kegiatan itu dimulai sekitar pukul 09.00, saat terik matahari yang sudah mulai menyengat. Di tengah aktivitas, ketika saya berdiri membelakangi sinar matahari dan terus menyemprot, di situlah terlihat seberkas pantulan cahaya yang hampir mirip pelangi. Saat itu pula saya memanggil adik saya untuk mengambil kamera dan mengabadikannya. Tentunya ini bukan efek photoshop, tetapi memang kondisi yang kebetulan.









Ini rahasianya....

Read More …