Abstractive Sense

Apakah anda merasa sebagai penikmat televisi?
Apakah anda merasa ada adegan-adegan yang tidak layak tonton?
Apakah anda merasa televisi juga ditonton jutaan pemirsa di Indonesia, termasuk anak-anak?
Apakah anda merasa televisi juga mampu menanamkan nilai-nilai sosial kepada para pemirsa?
Apakah anda pernah mendengar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)?

Jika anda menyadari kelima poin tersebut, ada baiknya anda ikut terlibat dalam pengawasan siaran televisi.

....

Pengawasan bukan berarti kita siaga di depan televisi sehari penuh (seperti ronda). Pengawasan yang saya maksud yakni ketika anda sedang menonton televisi, anda mengingat-ingat siaran-siaran yang menurut anda tidak layak tonton. Siaran tidak hanya terbatas pada program acara televisi, namun iklan yang sering muncul juga perlu diawasi.

Anda mungkin berkeinginan mengutarakan keluhan di mana saja, entah di blog, surat pembaca, atau tempat lainnya agar sebuah stasiun televisi mendengar anda. Namun, sebaiknya anda berhati-hati dalam menulis sesuatu yang menyangkut sebuah lembaga. Selain itu, kata dosen saya, jika kita ingin komplain mengenai suatu lembaga (dalam hal ini penyiaran), maka pendapat kita harus dengan atas nama sebuah lembaga juga. Kalau tidak, maka pendapat kita tidak akan diperhatikan (Jawa: digagas), karena kita dianggap anonim.

Kita bisa masuk ke situs Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) : http://www.kpi.go.id/ untuk komplain. Jika anda sudah masuk halaman utama, maka amati tulisan "Pojok Aduan" di bagian kanan. Masuk ke "Form Pengaduan" dan anda harus mengisi data diri anda untuk berpartisipasi. Data diri terdiri dari nama, jenis kelamin, umur, pendidikan, lokasi, email, topik, dan isi aduan. Anda juga bisa mengirimkan pengaduan melalui SMS dan telepon (nomor tertera). Jika anda ingin mengamati acara-acara apa yang telah diadukan oleh masyarakat, maka anda tinggal pilih "Arsip" di dekat "Form Pengaduan".

Partisipasi kita bukanlah berniat untuk melenyapkan siaran televisi di Indonesia. Namun, hal ini dilakukan agar tercipta siaran yang aman dan dapat bermanfaat dalam perkembangan iptek dan moral bangsa, khususnya generasi muda. Untuk diketahui, dalam Komunikasi terdapat Teori Kultivasi, yang kurang lebih berasumsi dasar Media Massa (termasuk televisi) berperan besar dalam mempengaruhi khalayaknya melalui penanaman nilai-nilai sosial yang disampaikan.

Leave a Reply