Abstractive Sense

Makan enak bisa diartikan makan makanan terlezat sedunia atau yang terlangka dan termahal. Sedangkan tidur nyenyak bisa diartikan tidur dengan kasur yang super empuk di kamar yang nyaman dengan semilir angin yang keluar dari Air Conditioner (AC) mahal. Jika memang pikiran kita tertuju pada paham seperti itu, maka makan enak dan tidur nyenyak menjadi hal langka dalam kehidupan kita. Selain itu, jika memelihara sifat dasar manusia yang selalu ingin lebih dan lebih, maka keduanya menjadi hal yang mustahil.
Padahal, menurut orang-orang tua zaman dahulu, makan enak dan tidur nyenyak tidak diartikan secara materi. Sikap nrimo masyarakat Jawa mungkin dapat menjadi kunci untuk menjawab definisi keduanya. Kurang lebih seperti ini (mohon maaf jika beda):

Mangan enak yen lawuhe luwe, turu angler yen ngantuk.


Kalimat 'mangan enak yen lawuhe luwe' diartikan makan pasti enak jika dengan perut kosong/lapar. Walaupun mungkin hanya dengan sesuap nasi dan karak atau kerupuk, makan saat lapar terasa sangat nikmat. Bandingkan ketika perut penuh kita dihadapkan dengan makanan lezat, nafsu makan pasti akan turun drastis atau bahkan mual-mual. Bagi umat Islam yang puasa seharian ketika berbuka tentu merasakan kenikmatan yang lebih. Tetapi ketika tidak puasa dan dihidangkan makanan namun menunda-nunda makan hingga keroncongan juga dapat menimbulkan maag (kata dokter :) ).
Kalimat 'turu angler yen ngantuk' diartikan tidur nyenyak jika mengantuk. Ketika kelelahan setelah menjalankan aktivitas rutin sehari-hari, tidur akan terasa mudah dan nyenyak. Daripada menjalani ritual hibernasi alias tidur tanpa henti, bukankah sebaiknya sebagian waktu digunakan untuk hal-hal positif lainnya. Namun, hal ini jangan diartikan secara ekstrim, begadang sampai pagi juga tidak baik, jika merasa mengantuk seharusnya memang istirahat, jangan memaksakan.
Kesimpulannya, makan dan tidur seperlunya, terlalu sedikit atau terlalu banyak tidak baik, atau istilahnya sedang-sedang saja.

4 Responses so far.

  1. masiqbal says:

    betul betul betul... memang paling enak kui kalo makan pas luwe, turu yen ngantuk...

  2. Opo meneh yen dijajakke. Hehe

  3. Kalau pas lapar, makan apa pun pasti enak, meskipun cuma nasi tanpa lauk

  4. andika says:

    Ya, seperti di perjalanan. Kalau di rumah biasanya pakai pilih2.hehe

Leave a Reply