Abstractive Sense

Pada tutorial kali ini kita akan membuat sebuah gradien yang halus, namun tidak menggunakan 'Gradient Tool'. Gaussian Blur dan Radial Blur sangat berguna dalam tutorial ini (salah satu filter favoritku).

....

1. Pertama kali kopi gambar di bawah ini (ukuran 1024x768). Ini adalah gambar screenshot Google Chrome dengan pem-blur-an (untuk keperluan privasi dari tulisan-tulisan tidak nyambung,hehe). Gambar boleh diganti dengan yang lain, pemakaian inipun juga iseng, mencoba kreatif saja.

2. Buat dokumen photoshop (ini CS3) baru dengan ukuran 1024x768 dan background berwarna hitam. Gambar tadi langsung saja di-drag ke lapisan teratas. Kurang lebih seperti gambar di bawah ini.
3. Beri 'Layer 1' efek Radial Blur (Filter/Blur/Radial Blur)
Catatan: Selalu aktifkan 'Layer 1', abaikan Layer 'Black'. 
4. Pada Radial Blur, pilih 'Spin' pada 'Blur Method', 'Amount' sekitar 71, dan 'Blur Center' agak ke kanan seperti gambar.
5. Kejutan! Hasilnya akan seperti ini.
6. Walaupun gambar telah banyak berubah, namun masih terlihat sangat kasar. Maka setelah ini beri efek 'Gaussian Blur' (Filter/Blur/Gaussian Blur). Pada 'Radius' pilih angka sekitar 63,6 pixels.
7. Pemilihan Radius yang cukup besar menjadikan hasil akhir semakin halus. Dan semuanya tampak berubah, bukan lagi screenshot Chrome.

8. Demikianlah, tutorial kali ini, pada gambar tersebut silakkan diberi tulisan sesukanya. Untuk efek tulisannya mungkin akan saya sambung pada waktu y.a.d. Semoga bermanfaat.
Read More …

Ini adalah foto-foto yang dijepret dengan kamera saku (bisa dikatakan setengah) rusak. Canon Power Shot A430 yang telah menemaniku sejak SMA itu rusak entah di bagian mana, yang menyebabkan foto-foto yang dihasilkan menimbulkan garis-garis asing serta pencahayaannya kacau. Sempat mengistirahatkan kamera tersebut, suatu waktu aku iseng mencoba lagi dan teringat istilah seorang teman, "man behind gun". Istilah ini maksudnya dalam fotografi yang lebih penting adalah fotografernya, bukan mutlak kameranya. Mencoba menggali kreatifitas di antara keterbatasan. Foto-foto ini 'hanya' menggunakan bantuan sotosop pada sekitar tulisan "abstractive-sense".

Seperti inilah hasilnya..



Foto yang terlihat sangat blur ini sebenarnya adalah sebuah model pesawat. Kenapa gambarnya jadi seperti itu? Hanya kamera yang bisa menjelaskan.hehe




Ini adalah foto dari kacamataku dengan sudut pengambilan yang asal-asalan.




Ini adalah foto "iseng banget" yang diambil saat tiduran, foto lampu kamar.
Read More …

Sebuah gambar iseng yang dibuat dengan 3D's Max. Dikatakan iseng, karena di sekitar tempat mendesainnya tidak ada salju dan sebelumnya tidak terpikirkan untuk membuat salju. Dalam gambar terdapat boneka salju (snowman) di antara badai salju yang (kelihatannya) berbahaya.
Selain terdapat objek boneka salju, dan pohon-pohon, sengaja saya tambahkan efek "volume fog" yang ternyata malah seperti ada badai. Padahal itu lagi-lagi juga karena iseng.




Versi tanpa "volume fog" seperti ini.

Read More …

Apakah anda merasa sebagai penikmat televisi?
Apakah anda merasa ada adegan-adegan yang tidak layak tonton?
Apakah anda merasa televisi juga ditonton jutaan pemirsa di Indonesia, termasuk anak-anak?
Apakah anda merasa televisi juga mampu menanamkan nilai-nilai sosial kepada para pemirsa?
Apakah anda pernah mendengar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)?

Jika anda menyadari kelima poin tersebut, ada baiknya anda ikut terlibat dalam pengawasan siaran televisi.

....

Pengawasan bukan berarti kita siaga di depan televisi sehari penuh (seperti ronda). Pengawasan yang saya maksud yakni ketika anda sedang menonton televisi, anda mengingat-ingat siaran-siaran yang menurut anda tidak layak tonton. Siaran tidak hanya terbatas pada program acara televisi, namun iklan yang sering muncul juga perlu diawasi.

Anda mungkin berkeinginan mengutarakan keluhan di mana saja, entah di blog, surat pembaca, atau tempat lainnya agar sebuah stasiun televisi mendengar anda. Namun, sebaiknya anda berhati-hati dalam menulis sesuatu yang menyangkut sebuah lembaga. Selain itu, kata dosen saya, jika kita ingin komplain mengenai suatu lembaga (dalam hal ini penyiaran), maka pendapat kita harus dengan atas nama sebuah lembaga juga. Kalau tidak, maka pendapat kita tidak akan diperhatikan (Jawa: digagas), karena kita dianggap anonim.

Kita bisa masuk ke situs Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) : http://www.kpi.go.id/ untuk komplain. Jika anda sudah masuk halaman utama, maka amati tulisan "Pojok Aduan" di bagian kanan. Masuk ke "Form Pengaduan" dan anda harus mengisi data diri anda untuk berpartisipasi. Data diri terdiri dari nama, jenis kelamin, umur, pendidikan, lokasi, email, topik, dan isi aduan. Anda juga bisa mengirimkan pengaduan melalui SMS dan telepon (nomor tertera). Jika anda ingin mengamati acara-acara apa yang telah diadukan oleh masyarakat, maka anda tinggal pilih "Arsip" di dekat "Form Pengaduan".

Partisipasi kita bukanlah berniat untuk melenyapkan siaran televisi di Indonesia. Namun, hal ini dilakukan agar tercipta siaran yang aman dan dapat bermanfaat dalam perkembangan iptek dan moral bangsa, khususnya generasi muda. Untuk diketahui, dalam Komunikasi terdapat Teori Kultivasi, yang kurang lebih berasumsi dasar Media Massa (termasuk televisi) berperan besar dalam mempengaruhi khalayaknya melalui penanaman nilai-nilai sosial yang disampaikan.
Read More …

Sebuah wallpaper kompetisi sepakbola Indonesian Super League (ISL) lagi. Kali ini untuk The Jak Mania, fans klub ibukota, Persija Jakarta.




wallpaper persija

Read More …


Sebuah wallpaper yang dikhususkan untuk seluruh fans Persib Bandung. Ini adalah sebuah awal pembuatan wallpaper kompetisi ISL kita yang sarat akan gengsi. Tim-tim lain menyusul. Hidup sepakbola Indonesia!

wallpaper persib
Read More …

Sebuah gambar yang masih asal-asalan. Ini kali pertama saya mencoba Blender, software open-source untuk kreasi 3D. Bisa disebut "peletakan batu pertama". Hehe
Jangan tanya itu gambar apa? Saya juga tidak tahu.

Read More …

Makan enak bisa diartikan makan makanan terlezat sedunia atau yang terlangka dan termahal. Sedangkan tidur nyenyak bisa diartikan tidur dengan kasur yang super empuk di kamar yang nyaman dengan semilir angin yang keluar dari Air Conditioner (AC) mahal. Jika memang pikiran kita tertuju pada paham seperti itu, maka makan enak dan tidur nyenyak menjadi hal langka dalam kehidupan kita. Selain itu, jika memelihara sifat dasar manusia yang selalu ingin lebih dan lebih, maka keduanya menjadi hal yang mustahil.
Padahal, menurut orang-orang tua zaman dahulu, makan enak dan tidur nyenyak tidak diartikan secara materi. Sikap nrimo masyarakat Jawa mungkin dapat menjadi kunci untuk menjawab definisi keduanya. Kurang lebih seperti ini (mohon maaf jika beda):

Mangan enak yen lawuhe luwe, turu angler yen ngantuk.


Kalimat 'mangan enak yen lawuhe luwe' diartikan makan pasti enak jika dengan perut kosong/lapar. Walaupun mungkin hanya dengan sesuap nasi dan karak atau kerupuk, makan saat lapar terasa sangat nikmat. Bandingkan ketika perut penuh kita dihadapkan dengan makanan lezat, nafsu makan pasti akan turun drastis atau bahkan mual-mual. Bagi umat Islam yang puasa seharian ketika berbuka tentu merasakan kenikmatan yang lebih. Tetapi ketika tidak puasa dan dihidangkan makanan namun menunda-nunda makan hingga keroncongan juga dapat menimbulkan maag (kata dokter :) ).
Kalimat 'turu angler yen ngantuk' diartikan tidur nyenyak jika mengantuk. Ketika kelelahan setelah menjalankan aktivitas rutin sehari-hari, tidur akan terasa mudah dan nyenyak. Daripada menjalani ritual hibernasi alias tidur tanpa henti, bukankah sebaiknya sebagian waktu digunakan untuk hal-hal positif lainnya. Namun, hal ini jangan diartikan secara ekstrim, begadang sampai pagi juga tidak baik, jika merasa mengantuk seharusnya memang istirahat, jangan memaksakan.
Kesimpulannya, makan dan tidur seperlunya, terlalu sedikit atau terlalu banyak tidak baik, atau istilahnya sedang-sedang saja.
Read More …

Sepakbola memang terkadang berbahaya, seperti gambar berikut.

Sekali merengkuh dayung, dua pulau terlampaui. Sekali tackling, dua pemain tumbang.


Niat menendang bola, malah menendang "bola" milik orang.


Read More …

Tidak untuk serius, hanya sekedar hiburan. Saya pakai browser Chrome, kali ini saya mencoba input keyword nama-nama klub di Indonesia. Memang berniat iseng, saya menginput keyword di tempat yang biasanya untuk alamat web Chrome. Keyword saya sengaja "http://(nama klub)./", dan dari situlah biasanya keluar saran dari Mbah Google alamat web yang seharusnya dikunjungi.

Contoh:

Inilah urutan percobaan iseng saya:

1.Persija Jakarta

....
Mencoba input "http://persija./" keluar 3 saran aneh.

"http://persija.net/" , setelah saya cek, ternyata nyasar ke situs 'web design studio' dengan nama yang sama dengan alamat. Di situ juga ada gambar situs tim basket asal Serbia, KK Partizan, yang jika di-klik akan menggiring  ke website resmi klub.
"http://persijap.org/", malah nyasar ke halaman klub lain se-kompetisi. Hehe
"http://persija.com/", malah nyasar ke situs gallery karpet oriental yang berlokasi di Serbia.

2. PSM

Mencoba input "http://psm./" keluar juga 3 saran aneh.

"http://psm.edu/", nyasar ke halaman sebuah sekolah bidang kesehatan di Puerto Rico.
"http://psm.sm/", nyasar ke (kelihatannya) halaman perusahaan turbin gas di USA.
"http://psm.sm/", nyasar ke grosir peralatan audio, video, dan pencahayaan di San Marino.

Sementara itu dulu, masih ada sambungannya.
Read More …

Paradigma adalah suatu world view yang dipergunakan oleh suatu komunitas ilmuwan tertentu untuk mempelajari obyek keilmuwan mereka. (Dr. Wahyudi Winarjo, M.Si)
Paradigma disebut juga perspektif atau cara melihat fenomena tertentu. (Miller, 2002: 1)
Paradigma dari teori politik erat hubungannya dengan keadaan politik saat teori itu dibuat.

Konservatif
Para ilmuwan yang beraliran konservatif selalu membela dan mempertahankan teori politik yang ada. Mereka tidak mau merubah apapun dan ingin mempertahankan status quo mereka. Para ilmuwan tersebut biasanya mendapat “manfaat“ dari kehidupan politik/pemerintahan saat itu, kemungkinan merekalah yang sedang memerintah. Kemungkinan lain jika mereka adalah ahli hukum yang selalu menginginkan ketertiban dalam masyarakat.

Radikal

....

Para ilmuwan yang menganut aliran ini merasa tidak puas dengan pemerintahan saat itu. Mereka menginginkan perubahan dan perbaikan. Para pendukung aliran ini biasanya tidak mendapat “manfaat“ dari pemerintahan yang ada, dalam artian tidak memerintah. Namun, permasalahannya, terkadang seorang pendukung fanatik radikalisme yang selalu mengobarkan semangat perubahan tanpa henti sekalipun memiliki suatu kecenderungan yang aneh. Jika usahanya berhasil, terjadi perubahan dan ia mendapat “manfaat“ dari pemerintahan selanjutnya, maka ia cenderung berubah menjadi konservatif. Begitulah politik.

Daftar Bacaan
Budiardjo, Miriam. 1982. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.
Rahyono. 1998. Teori Sosial dan Politik. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Salim, Agus. 2006. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Read More …



Patung Liberty bukannya bawa obor, malahan ..... (isi sendiri)
Warning : Patung Liberty di sini bukan Patung Liberty asli, hanya screenshot dari game GTA 4. Tidak ada manipulasi.

....


Niko Bellic nampang di depan patung dengan baju (mungkin beli dari pasar sekitar).

Berenang menuju kebebasan. Sayang, orangnya kurang kelihatan.

------------
Masih ada lanjutannya.
Read More …