Abstractive Sense

Pencarian Kebahagiaan Dunia Akhirat dengan Renungan


Judul Buku : Sentuhan Kalbu
Penyaji : Ir. Permadi Alibasyah
Penerbit : Cahaya Makrifat
Tahun : Desember 2006
Tebal Buku : xii + 343 Halaman
....

Di zaman modern ini, kebanyakan umat memiliki rutinitas keduniawian yang padat dan menjemukan. Sedikit dari mereka yang menyempatkan diri untuk rehat sejenak sekaligus bertafakur (merenung). Padahal, dalam bertafakur seringkali kita mendapatkan ide-ide baru atau pemahaman yang luas terhadap segala permasalahan hidup. Namun, perlu diketahui juga, bertafakur tanpa arah hanya bermuara pada provokasi setan yang menyesatkan.
Buku ini dapat kita gunakan untuk bertafakur secara terarah, bukan hanya untuk mencapai kebenaran duniawi, namun juga kebenaran akhirat. Berformat kultum (kuliah tujuh menit), buku ini selain dapat digunakan untuk merenung mengasah kalbu, juga dapat digunakan untuk keperluan mengisi ceramah pendek. Kultum yang berjumlah 37 ditambah 3 bab suplemen khusus ini banyak memuat ayat-ayat Al-Qur’an dan beberapa Hadits.

Dunia hanya persinggahan sejenak
Ada banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari buku yang bersampul hard-cover ini. Seolah-olah, kita, para manusia, diingatkan bahwa tujuan akhir kita bukanlah dunia ini. Dunia hanya suatu perjalanan mencari bekal untuk kehidupan selanjutnya yang kekal dan hakiki, yaitu akhirat. Namun, bukan berarti kita hanya berdoa dan berpangku tangan saat kita hidup di dunia. Dunia adalah sekumpulan ujian prakualifikasi dengan aturan main Allah SWT untuk menentukan tempat kita di akhirat nanti (hal. 162).
Pada kultum pertama, terdapat sebuah analogi dari makna surat Hadiid ayat 20, perjalanan hidup manusia bagai kisah penyelam mutiara. Mendapat mandat dari atasan untuk mencari tiram mutiara di bawah laut, ia malah merugi saat berada di bawah. Keindahan panorama bawah laut membuat sang penyelam terlena akan tujuannya. Ketika tabung oksigennya mulai habis, ia kebingungan dan terpaksa kembali ke permukaan. Ia mendapat amarah dari sang atasan melihat sedikitnya hasil dan ia dipecat tanpa pesangon. Keinginannya untuk mendapatkan the second chance secara terang-terangan ditolak oleh sang atasan. Sang atasan adalah analogi dari Allah SWT , panorama bawah laut bermaksud hingar-bingar keduniawian, dan tabung oksigen menggambarkan nyawa manusia di dunia.
Pada kultum ke-9, kita diajak memperhatikan 3 hewan, semut, laba-laba, dan lebah. Semut, dengan ketamakannya menimbun makanan sebanyak-banyaknya walaupun belum tentu ia menikmati semuanya. Laba-laba, dengan tipu dayanya selalu menunggu dan mengelabuhi mangsanya. Lebah, tidak merusak dan mengganggu kecuali jika diganggu, hanya makan dan menghasilkan hal-hal yang baik. Ketiga hewan itu menggambarkan model-model manusia, dengan lebah yang paling disarankan.
Dalam buku ini juga terdapat hal-hal yang penting bagi seorang muslim untuk tahu. Seperti menghindari kebangkrutan saat kiamat nanti, percikan Ilahiyyah, tujuan dan arti hidup kita, sakratulmaut dan empat kunci sukses selamat dunia akhirat. Pada 3 bagian akhir (hal.225-318), yaitu suplemen khusus, terdapat hal-hal yang cocok untuk direnungkan. “Sakit, tinjauan dari beberapa aspek”, “Renungan mengenai nafas yang takkan kembali”, dan “Renungan yang sayang untuk dilewatkan” adalah bagian-bagian dari suplemen khusus tersebut. “Renungan yang sayang untuk dilewatkan” berisi sekumpulan kisah maupun bahan introspeksi diri yang dikemas secara menarik dengan sedikit unsur puitis.
Kelebihan buku ini terdapat pada penyajiannya yang mudah dipahami, bagi orang awam sekalipun. Cara penulisan yang sederhana namun lugas, mampu menyingkirkan asumsi kebanyakan pembaca buku bahwa buku religi rumit dan membosankan. Penafsiran Al-Qur’an dan Hadits dengan memberikan analogi, kisah, maupun contoh cukup mengena kalbu para pembaca. Bahkan, dalam buku ini sering terselip pengetahuan umum yang kebanyakan kita belum pernah temui, seperti sekilas tentang buah maja yang menjadi asal-muasal Kerajaan Majapahit. Dalam buku ini, kita tidak hanya diajak untuk memahami pesan-pesan yang terkandung, namun kita juga diajak untuk merenunginya. Sedikit kekurangan dari buku ini adalah cara mendapatkannya yang relatif susah.

One Response so far.

  1. assalamualaikum
    http://bentengkalbu.blogspot.com/

Leave a Reply