Abstractive Sense

Secara sepintas memang tidak ada yang aneh dengan film yang ditayangkan salah satu stasiun TV swasta pada Selasa sore, 26 Januari 2010 ini. Namun, akhir cerita "Fever Pitch" pasti mengingatkan pemirsa pada sosok Hendri Mulyadi (Agak Maksa sih,hehe).

....
Fever Pitch (2005) merupakan remake film sebelumnya dengan judul yang sama. Uniknya, film sebelumnya (1997) mengupas tentang fans sepakbola dan Arsenal FC, sedangkan film ini berkutat pada baseball. Keduanya diangkat dari buku “Fever Pitch” Nick Hornby (1992), fans berat Arsenal.

Film yang diperankan Jimmy Fallon (Ben Wrightman) dan Drew Barrymore (Lindsey Meeks) ini berkisah tentang kisah “cinta segitiga” antara Ben, Lindsey, dan klub baseball Boston Red Sox. Lindsey dengan sifat workaholic-nya dihadapkan dengan kegilaan kekasihnya, Ben, pada Boston Red Sox, yang dapat menghambat hubungan mereka.

Akhirnya, singkat cerita, untuk menunjukkan keseriusan hubungan mereka, Lindsey rela berlari antar sisi stadion melewati lapangan beserta para pemain dan ofisial yang berusaha menghadang. Hal ini Lindsey lakukan untuk menghalangi Ben menjual tiket Red Sox-nya kepada seseorang, walaupun hal ini sebenarnya Ben lakukan agar Lindsey senang.

Jika dibandingkan dengan Hendri Mulyadi, mungkin ulah Drew Barrymore adalah rekayasa film (tentunya) dan bertujuan untuk menunjukkan kecintaannya pada Ben. Sedangkan Hendri Mulyadi melakukan kegilaan turun ke lapangan untuk menunjukkan kecintaannya pada timnas Indonesia yang minim prestasi. Beberapa kesamaan antara keduanya yakni sama-sama dikejar ofisial pertandingan dan happy ending.

Cek Gambar Di Sini

Leave a Reply