Abstractive Sense


"Falsafah Jawa Kuwi Kudu Dionceki Dewe Alon-Alon"


Kurang lebih kalimat inilah yang sering diutarakan guru saya waktu masih duduk di bangku SMA. Bu Han, nama guru Matematika kelas 3 saya, selain 'bercerita' tentang rumus-rumus Matematika, Beliau juga sering bercerita falsafah Jawa. Falsafah Jawa merupakan gudang dari nilai-nilai hidup masyarakat Jawa yang sayangnya biasanya tidak mudah dipahami hanya dengan berpikir sekilas. Penggunaan kata "dionceki" mengibaratkan Falsafah Jawa memiliki struktur yang cukup rumit dan berlapis-lapis seperti mengupas buah atau bawang misalnya. Kata "alon-alon" diartikan pelan-pelan, proses pengupasan harus secara pelan-pelan dan hati-hati. Ketika menerima suatu Falsafah Jawa, tidak dianjurkan untuk mengartikan secara langsung, karena dapat menimbulkan miskomunikasi. Memang, terkadang dalam kalimat-kalimatnya sulit dinalar, tapi memang sering ada maksud yang baik di belakangnya.

Contoh dari Beliau yang paling saya ingat (soalnya yang lain masih lupa) adalah tentang "brutu" dan "lupa".
....

Brutu, yang empuk-empuk di bagian belakang ayam itu dan 'diyakini' sebagai tempat 'mangkal' kotoran. Orang-orang tua dulu sering melarang anak kecil untuk makan brutu, karena dapat menyebabkan "lupa" atau "lali" (Jawa). Tentunya anak kecil yang masih lugu bakal ketakutan setengah mati menyantap makanan 'berbahaya' itu. Padahal "lupa" yang dimaksud bukanlah penyakit kepikunan atau Alzheimer, melainkan lupa kepada orang tua. Lupa kepada orang tua di sini juga bukanlah durhaka, tetapi lupa memberi bagian makanan yang enak dan empuk kepada orang tua, dalam konteks ini brutu itu sendiri.

Categories: ,

4 Responses so far.

  1. wah, jadi inget waktu kecil. ttg brutu memang menjadi pantangan anak2 utk memakannya, hehe ... lupa yang dimaksud ternyata seperti itu, yak?

  2. Lupa bagi-bagi.Hehe. Tapi sampai sekarang pun pasti banyak yang masih berpikir dua kali buat mengkonsumsinya.Hehe

  3. Falsafah Jawa memang menarik, mengandung banyak pelajaran bagus

  4. tapi terkadang kitanya aja yang tidak sadar.

Leave a Reply