Abstractive Sense


"Falsafah Jawa Kuwi Kudu Dionceki Dewe Alon-Alon"


Kurang lebih kalimat inilah yang sering diutarakan guru saya waktu masih duduk di bangku SMA. Bu Han, nama guru Matematika kelas 3 saya, selain 'bercerita' tentang rumus-rumus Matematika, Beliau juga sering bercerita falsafah Jawa. Falsafah Jawa merupakan gudang dari nilai-nilai hidup masyarakat Jawa yang sayangnya biasanya tidak mudah dipahami hanya dengan berpikir sekilas. Penggunaan kata "dionceki" mengibaratkan Falsafah Jawa memiliki struktur yang cukup rumit dan berlapis-lapis seperti mengupas buah atau bawang misalnya. Kata "alon-alon" diartikan pelan-pelan, proses pengupasan harus secara pelan-pelan dan hati-hati. Ketika menerima suatu Falsafah Jawa, tidak dianjurkan untuk mengartikan secara langsung, karena dapat menimbulkan miskomunikasi. Memang, terkadang dalam kalimat-kalimatnya sulit dinalar, tapi memang sering ada maksud yang baik di belakangnya.

Contoh dari Beliau yang paling saya ingat (soalnya yang lain masih lupa) adalah tentang "brutu" dan "lupa".
....

Brutu, yang empuk-empuk di bagian belakang ayam itu dan 'diyakini' sebagai tempat 'mangkal' kotoran. Orang-orang tua dulu sering melarang anak kecil untuk makan brutu, karena dapat menyebabkan "lupa" atau "lali" (Jawa). Tentunya anak kecil yang masih lugu bakal ketakutan setengah mati menyantap makanan 'berbahaya' itu. Padahal "lupa" yang dimaksud bukanlah penyakit kepikunan atau Alzheimer, melainkan lupa kepada orang tua. Lupa kepada orang tua di sini juga bukanlah durhaka, tetapi lupa memberi bagian makanan yang enak dan empuk kepada orang tua, dalam konteks ini brutu itu sendiri.
Read More …

Sepakbola bisa jadi olahraga yang lengkap, dikarenakan ada beberapa "cabang olahraga" di dalamnya. Seperti screenshot game PES 2010 di bawah ini.

1. Bola Voli (Volley Ball)


....

2. Basket (Basket Ball)



3. Tinju (Boxing), Joget, atau apa?
Read More …

Secara sepintas memang tidak ada yang aneh dengan film yang ditayangkan salah satu stasiun TV swasta pada Selasa sore, 26 Januari 2010 ini. Namun, akhir cerita "Fever Pitch" pasti mengingatkan pemirsa pada sosok Hendri Mulyadi (Agak Maksa sih,hehe).

....
Fever Pitch (2005) merupakan remake film sebelumnya dengan judul yang sama. Uniknya, film sebelumnya (1997) mengupas tentang fans sepakbola dan Arsenal FC, sedangkan film ini berkutat pada baseball. Keduanya diangkat dari buku “Fever Pitch” Nick Hornby (1992), fans berat Arsenal.

Film yang diperankan Jimmy Fallon (Ben Wrightman) dan Drew Barrymore (Lindsey Meeks) ini berkisah tentang kisah “cinta segitiga” antara Ben, Lindsey, dan klub baseball Boston Red Sox. Lindsey dengan sifat workaholic-nya dihadapkan dengan kegilaan kekasihnya, Ben, pada Boston Red Sox, yang dapat menghambat hubungan mereka.

Akhirnya, singkat cerita, untuk menunjukkan keseriusan hubungan mereka, Lindsey rela berlari antar sisi stadion melewati lapangan beserta para pemain dan ofisial yang berusaha menghadang. Hal ini Lindsey lakukan untuk menghalangi Ben menjual tiket Red Sox-nya kepada seseorang, walaupun hal ini sebenarnya Ben lakukan agar Lindsey senang.

Jika dibandingkan dengan Hendri Mulyadi, mungkin ulah Drew Barrymore adalah rekayasa film (tentunya) dan bertujuan untuk menunjukkan kecintaannya pada Ben. Sedangkan Hendri Mulyadi melakukan kegilaan turun ke lapangan untuk menunjukkan kecintaannya pada timnas Indonesia yang minim prestasi. Beberapa kesamaan antara keduanya yakni sama-sama dikejar ofisial pertandingan dan happy ending.

Cek Gambar Di Sini
Read More …


Apakah game perlu dilarang atau tidak, dapatkah atau tidak? Mungkin jika dilarang bermain game di rumah maka ia akan bermain game di luar rumah. Mereka bermain game secara sembunyi di berbagai tempat, baik di rumah teman, persewaan PS, atau game online. Ada beberapa kiat aman bagi orang tua kepada anaknya yaitu:

1. Jalin kedekatan antara orang tua dan anaknya. Sampaikan nilai-nilai moral bermanfat untuk membentengi hal-hal yang berbahaya dari game.

....

2. Perhatikan rating pada kemasan game dan sesuaikan dengan umur si anak. Sebisa mungkin hindari yang ber-rating M dan T.
3. Saringan paling penting yaitu adalah orang tua itu sendiri. Mereka harus senantiasa mengawasi game anaknya , mengingat rating pada game kerap dihapus.
4. Jadikan ulasan dari majalah game sebagai panduan kecocokan game anak.
5. Pastikan saat bermain game jarak monitor dengan mata paling sedikit 2 kali ukuran monitor.
6. Lamanya waktu bermain idealnya 1 jam. Namun ini bukan patokan baku, tetapi terbaik adalah fisik anak itu sendiri. Sebagaimana jika mereka sebentar saja sudah panas, pegal, dan berair tangannya.
7. Waspadai emosi sementara si anak ketika meluapkan sesuatu hal, terutama yang mengandung kekerasan.


Daftar Pustaka

Rahayu, Utami Sri. 2007. “Panduan Aman Main PS”. Dalam Nakita. 5 Mei 2007. Jakarta.
Read More …


Setelah diteliti lebih jauh, ternyata game memiliki secuil manfaat yang menyembul di antara segudang sorotan negatif dan kadang tidak disadari. Beberapa di antaranya yaitu:

1. Melatih motorik halus anak. Saat anak menekan tombol pada stik atau controller. Maka latihan ini tergolong latihan untuk motorik halusnya. Ada game yang menuntut gerakan jemari tangan yang cepat dan lambat. Perkembangan motorik halus juga akan berguna pada berbagai bidang di masa depan, seperti musik, komputasi dan yang lainnya.

....

2. Menambah pengetahuan dan mempermudah mempelajari suatu ilmu. Game tertentu juga menyodorkan pengetahuan umum yang bagus serta pengguanaan logika matematis untuk memecahkan. Seperti sejarah suatu tempat dan suatu hal, walau kadang terjadi penyimpangan sejarah yang berupa fiksi. Berbeda dengan edukasi multimedia, pengetahuan dalam game lebih sedikit dan disisipkan secara samar. Game cukup berandil dalam pengajaran Bahasa Inggris, karena dibungkus sedemikian menarik untuk dipelajari. Tanpa sengaja para gamer menghafal sesuatu istilah berbahasa Inggris yang kadang rumit atau jarang ditemui, seperti kata avalanche, adventure, nemesis, annihilation, vengeance, dan sebagainya. Sebuah perkembangan vocabulary atau kosa kata yang bagus dan akan jauh lebih sulit dihafal dengan cara manual, membaca dan mengingat. Game-game, khususnya game edukasi dapat melatih seorang anak secara asyik dan mudah.

3. Game kadang digunakan sebagai simulasi dalam berbagai bidang. Dari yang berupa simulasi menjalankan sesuatu benda ataupun mengenai kehidupan nyata. Ada beberapa simulasi menjalankan suatu benda seperti pesawat, kereta api, mobil, dan lain-lain. Bahkan, untuk berlatih para calon pilot di luar negeri dilatih dengan simulasi. Simulasi kehidupan nyata dapat kita lihat pada maraknya game strategi dan game teka-teki. Orang-orang yang terjun di sekitar dunia politik dan hukum kadang sangat menggandrungi game tersebut. Game itu digunakan untuk melatih kemampuan berbicara dan mengeluarkan pendapat yang tepat.


Daftar Pustaka

Rahayu, Utami Sri. 2007. “Panduan Aman Main PS”. Dalam Nakita. 5 Mei 2007. Jakarta.
Read More …


Menurut seminar yang pernah diselanggarakan di Unika Atma Jaya di kota Jakarta dan bertajuk Konseling Anak-Remaja Kecanduan Games dan Internet, game memiliki segudang dampak negatif. Beberapa dari dampak tersebut adalah:

1. Kehilangan empati dan belas kasihan akibat permainan game atau tontonan yang penuh kekerasan. Para pecandu game kekerasan biasanya mengalami perubahan kepribadian atau karakter secara signifikan menuju negatif. Mereka tidak jarang menggunakan kekerasan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan untuk hal-hal sepele. Bahkan beberapa dari mereka melakukan kekerasan tanpa belas kasihan. Itulah sedikit celah menuju tindakan kriminal remaja yang marak di beberapa negara-negara. Contoh yang jelas antara lain penembakan brutal oleh seorang mahasiswa di salah satu universitas di Amerika Serikat beberapa tahun lalu.

.....
2. Terganggunya kesehatan, baik pada mata, saraf otak, dan sebagainya. Mudah dimaklumi bahwa game merusak kesehatan karena kebiasaan dalam bermain game. Para gamer biasa meluangkan waktunya berjam-jam bahkan sampai setengah seharian untuk memelototi monitor game. Monitor game dengan gelombang radiasinya, walau kadang sudah dipasang screen filter, tetap saja dapat merusak mata. Apalagi game-game seperti game aksi, sepakbola dan balapan yang menuntut gamer memelototi monitor tanpa henti. Oleh karena itu, beberapa para pemakai kacamata usia remaja adalah gamer. Tetapi anehnya, pernah ada penelitian yang menyebutkan bahwa game ber-adrenalin tinggi malah melatih syaraf mata dan mencegah kebutaan. Entah mana yang benar, tetapi selain mata, saraf otak dan bagian tubuh lain dapat bermasalah. Bermain game berlama-lama juga menguras tenaga dan menimbulkan beberapa keluhan, seperti letih pada leher dan gangguan struktur tulang.

3. Berkurangnya interaksi sosial dengan lingkungan. Para gamer biasanya telah terbiasa dengan kehidupan game yang telah terkontrol kehidupan sosialnya. Pembicaraan pada game yang dapat ditanggapi secara asal-asalan lama-kelamaan menjadikan gamer malas berbicara. Pada akhirnya gamer akan menjauh dari kehidupan sosial atau antisocial.

4. Meniru kata-kata kasar, kotor dan sebagainya. Kata-kata tersebut biasanya disensor di penyiaran televise di Indonesia. Tetapi, di game, apakah sempat dan mau para pengembang melakukan sensor pada bagian dari game tersebut. Padahal, beberapa kata-kata kasar itu adalah bagian dari plot dan perasaan dari game tersebut.

5. Kehilangan konsentrasi dalam belajar dan fokus terhadap segala sesuatu yang bersifat teks. Game sering berandil besar pada prestasi belajar di sekolah. Segala hal-hal menyenangkan pada game dan sebaliknya akan mengisi sebagian dari memori otak gamer. Mereka sering berpikir tentang game saat belajar dan membuyarkan konsentrasi belajarnya. Game juga dapat merusak fokus pada segala sesuatu bersifat teks, mengingat keberadaan teks atau hafalan sangat sering ditemui.


Daftar Pustaka

Rahayu, Utami Sri. 2007. “Panduan Aman Main PS”. Dalam Nakita. 5 Mei 2007. Jakarta.
Read More …

Tutorial kali ini, kita akan mencoba mendesain Sang Saka Merah Putih. Saya berusaha memberi efek lebih realistis dari gambar bendera. Jadi bukan hanya sekedar warna merah dan putih saja.

1.Pertama kali buat gambar bendera merah putih seperti di bawah ini, atau bisa didownload langsung dengan mengklik gambar dan klik kanan.


....

2.Lalu olah diphotoshop (ini CS3), timbun layer bendera merah putih tadi dengan gambar kota di bawah ini (sekedar contoh).

Hasilnya akan seperti ini

3. Aktifkan layer "kota", Beri efek Filter/Distort/Diffuse glow, saya memilih graininnes 0, glow amount 12, clear amount 11.

4.Masih layer "kota", beri efek Filter/Mlur/Motion blur, saya memilih angle 25 dan distance 231 pixel.

Penampakan photoshop seperti ini:

5. Pilih Blend mode "Darken", seketika gambar akan berubah seperti ini:

6. Duplicate layer "kota" yang telah dimanipulasi tadi, lalu beri Blend Mode "Linear Burn". Hasilnya akan seperti ini.


Jadilah bendera nasional Indonesia. Tentunya tutorial ini bukan sebagai patokan, namun bisa dimodifikasi lebih lanjut. Semoga bermanfaat.
Read More …

Niko's dangerous action from GTA 4 game. Don't try this at home. Try this only at game.Hehe


...

Not a Spiderman.



Read More …


Kenapa karakteristik hanya untuk mahasiswa ilmu komunikasi? Karena aku mengalami sebagai mahasiswa ilmu komunikasi dan ini adalah informasi yang aku dapat pada awal keberadaanku di jurusan ini. Siapa tahu jika kamu berkeinginan masuk ke jurusan ini tapi masih bertanya-tanya. Waktu itu saat ospek jurusan, seorang pembicara meminta kepada kami mahasiswa baru untuk bertanya pada diri kami sendiri. Pertanyaan yang harus diajukan antara lain sebagai berikut:

1. Bagaimana menilai diri sendiri? Pribadi tertutup atau terbuka?
Seorang mahasiswa ilmu komunikasi disarankan memiliki peribadi yang relatif terbuka.
....

2. Bisakah bekerja sama dengan orang lain?
Seorang mahasiswa ilmu komunikasi disarankan mampu bekerja sama dengan orang lain. Hal ini dikarenakan pada sekitar pertengahan masa studi banyak tugas kelompok (yang memang perlu dikerjakan secara kelompok).

3. Apakah cukup kreatif?
Ada banyak definisi kreatif, pada intinya seorang mahasiswa ilmu komunikasi dapat memunculkan gagasan baru. Bahkan malah disarankan proses kreatif hingga mencapai "gila" (jangan diartikan denotatif, maksudnya sangat kreatif :) ).

Kesimpulannya tergantung pada diri masing-masing individu. Karakteristik ini tidak mutlak, hanya sekedar informasi saja. Semoga bermanfaat.
Read More …

Bagi sebagian orang, game sangatlah buruk, namun di sini bolehlah kita menggunakan game untuk sama-sama belajar Bahasa Inggris, Nah lho.

Football Manager adalah salah satu game manajerial yang melibatkan gamer untuk menjadi pelatih yang menukangi tim sepakbola. Bagi yang pernah atau bahkan sering memainkan FM pasti pernah menjumpai kata-kata ini, terlepas paham atau tidaknya definisi sebenarnya. Ini daftar vocabulary dari kata-kata yang banyak bersliweran di game ini. Maklum aku sendiri juga kadang belum pernah menjumpainya dan terpaksa cari kamus :). Semoga berguna, siapa tahu.

1. Galore (n)= in large quantities.
def: kelimpahan.
ex: Goals galore.
....

2. Raptures (idm)= feel great pleasure or enthusiasm for sb/sth.
def: kegembiraan yg luar biasa, suka cita.
ex: The wonderful goal sends the fans into raptures.

3. Tinkerer (n)= person who enjoys fixing and experimenting with sth.
def: orang yang suka memperbaiki dan bereksperimen dengan sesuatu.
ex: The manager is a tinkerer, he always experiments with the tactics.

4. Volatile (adj)= likely to change (in mood or behavior) suddenly and unexpectedly, temperament
def: lemah pendirian, berubah-ubah, temperamen.
ex: His media handling style is fairly volatile.

5. Versatile (adj)= having many different skills or uses.
def: serba bisa.
ex: Fabregas is a versatile playmaker.
Read More …

Heavily deceived? Yes, look at the goalkeepers. What make the blunders? The tricky screamers or lack of A.I?

Thierry Henry, still at Arsenal :), takes the free kick.

It's goal, but what happen with Edwin van der Sar? Where will he fly?
....


I don't really remember the name of this goalkeeper, at least he is Valencia player. He is open-mouthed because of the long shot.

He must be disappointed. He can only look at the ball.
Read More …

Fable: The Lost Chapters is a action RPG PC game. Players can choose their own path, good or evil.

fable lost chapter
The Protagonist meets Theresa, his blind sister. Theresa says that swords can change the world.
....

fable lost chapter

Jack of Blades, the nemesis.
Read More …

Rumors say that Irfan Bachdim will make a transfer move to an Indonesian club, Persib or Persija. The phenomenal Dutch-Indonesian footballer was Ajax, Utrecht, and Harleem's former player. Whatever, just welcome to Indonesian Super League!
Irfan Bachdim, ISL, Indonesia, Persib, Persija
Read More …

Seadramon, if you remembered, was one of Digimon creature. I used to like the cartoon. I made it because I had the toy, so I used it for example :).

Read More …

Teori Dependensi (Dependency Theory)
"Suatu saat tertentu, orang akan tergantung dengan media"

Teori ini dikembangkan Ball-Rokeach dan Melvin De Fleur (1976). Setiap individu dipandang memiliki berbagai ketergantungan terhadap media. Ketergantungan bervariasi untuk orang-orang tertentu, kelompok tertentu, dan budaya tertentu.

Kapan tergantung?
Mereka tergantung bilamana "Derajat Stabilitas" mereka terganggu. Semakin besar perubahan sosial pada masyarakat, semakin besar pula ketidakpastian (uncertainty), dan berujung terganggunya stabilitas. Terganggunya stabilitas antara lain ketika ada peristiwa bencana alam, pesawat jatuh, bom, teroris, atau konflik berdarah. Biasanya, seseorang yang memiliki sanak saudara di sekitar lokasi suatu peristiwa, rajin mengecek media massa untuk memastikan kondisi saudaranya tersebut.
....

Selain itu, sistem suatu media juga menjadi faktor ketergantungan.
- Fungsi pelayanan, apakah media untuk pemerintah, suatu golongan, atau khalayak luas.
- Jenis informasi, berita atau entertain.
Semakin tersentral suatu media terhadap kelompok tertentu, semakin tinggi tingkat ketergantungan.

Bagaimana efeknya?
Efek dapat berupa:
- Kognitif, semisal ambiguitas, pembentukan sikap, perluas sistem kepercayaan, dan perjelas nilai.
- Afektif, semisal ketakutan, kegelisahan, keterasingan, dan hal-hal menyangkut moral.
- Behavioral, semisal pengaktifan Tingkah Laku, inisiatif TL baru, dan deaktif TL.



Referensi: Catatan Kuliah Teori Komunikasi
Read More …

Thierry Henry and Cristiano Ronaldo wallpapers. Hope you like it.

Thierry Henry, ex-Arsenal king, points at Barcelona's fans.
....


Maybe you imagine that CR9's looked so weird.
Read More …

Pencarian Kebahagiaan Dunia Akhirat dengan Renungan


Judul Buku : Sentuhan Kalbu
Penyaji : Ir. Permadi Alibasyah
Penerbit : Cahaya Makrifat
Tahun : Desember 2006
Tebal Buku : xii + 343 Halaman
....

Di zaman modern ini, kebanyakan umat memiliki rutinitas keduniawian yang padat dan menjemukan. Sedikit dari mereka yang menyempatkan diri untuk rehat sejenak sekaligus bertafakur (merenung). Padahal, dalam bertafakur seringkali kita mendapatkan ide-ide baru atau pemahaman yang luas terhadap segala permasalahan hidup. Namun, perlu diketahui juga, bertafakur tanpa arah hanya bermuara pada provokasi setan yang menyesatkan.
Buku ini dapat kita gunakan untuk bertafakur secara terarah, bukan hanya untuk mencapai kebenaran duniawi, namun juga kebenaran akhirat. Berformat kultum (kuliah tujuh menit), buku ini selain dapat digunakan untuk merenung mengasah kalbu, juga dapat digunakan untuk keperluan mengisi ceramah pendek. Kultum yang berjumlah 37 ditambah 3 bab suplemen khusus ini banyak memuat ayat-ayat Al-Qur’an dan beberapa Hadits.

Dunia hanya persinggahan sejenak
Ada banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari buku yang bersampul hard-cover ini. Seolah-olah, kita, para manusia, diingatkan bahwa tujuan akhir kita bukanlah dunia ini. Dunia hanya suatu perjalanan mencari bekal untuk kehidupan selanjutnya yang kekal dan hakiki, yaitu akhirat. Namun, bukan berarti kita hanya berdoa dan berpangku tangan saat kita hidup di dunia. Dunia adalah sekumpulan ujian prakualifikasi dengan aturan main Allah SWT untuk menentukan tempat kita di akhirat nanti (hal. 162).
Pada kultum pertama, terdapat sebuah analogi dari makna surat Hadiid ayat 20, perjalanan hidup manusia bagai kisah penyelam mutiara. Mendapat mandat dari atasan untuk mencari tiram mutiara di bawah laut, ia malah merugi saat berada di bawah. Keindahan panorama bawah laut membuat sang penyelam terlena akan tujuannya. Ketika tabung oksigennya mulai habis, ia kebingungan dan terpaksa kembali ke permukaan. Ia mendapat amarah dari sang atasan melihat sedikitnya hasil dan ia dipecat tanpa pesangon. Keinginannya untuk mendapatkan the second chance secara terang-terangan ditolak oleh sang atasan. Sang atasan adalah analogi dari Allah SWT , panorama bawah laut bermaksud hingar-bingar keduniawian, dan tabung oksigen menggambarkan nyawa manusia di dunia.
Pada kultum ke-9, kita diajak memperhatikan 3 hewan, semut, laba-laba, dan lebah. Semut, dengan ketamakannya menimbun makanan sebanyak-banyaknya walaupun belum tentu ia menikmati semuanya. Laba-laba, dengan tipu dayanya selalu menunggu dan mengelabuhi mangsanya. Lebah, tidak merusak dan mengganggu kecuali jika diganggu, hanya makan dan menghasilkan hal-hal yang baik. Ketiga hewan itu menggambarkan model-model manusia, dengan lebah yang paling disarankan.
Dalam buku ini juga terdapat hal-hal yang penting bagi seorang muslim untuk tahu. Seperti menghindari kebangkrutan saat kiamat nanti, percikan Ilahiyyah, tujuan dan arti hidup kita, sakratulmaut dan empat kunci sukses selamat dunia akhirat. Pada 3 bagian akhir (hal.225-318), yaitu suplemen khusus, terdapat hal-hal yang cocok untuk direnungkan. “Sakit, tinjauan dari beberapa aspek”, “Renungan mengenai nafas yang takkan kembali”, dan “Renungan yang sayang untuk dilewatkan” adalah bagian-bagian dari suplemen khusus tersebut. “Renungan yang sayang untuk dilewatkan” berisi sekumpulan kisah maupun bahan introspeksi diri yang dikemas secara menarik dengan sedikit unsur puitis.
Kelebihan buku ini terdapat pada penyajiannya yang mudah dipahami, bagi orang awam sekalipun. Cara penulisan yang sederhana namun lugas, mampu menyingkirkan asumsi kebanyakan pembaca buku bahwa buku religi rumit dan membosankan. Penafsiran Al-Qur’an dan Hadits dengan memberikan analogi, kisah, maupun contoh cukup mengena kalbu para pembaca. Bahkan, dalam buku ini sering terselip pengetahuan umum yang kebanyakan kita belum pernah temui, seperti sekilas tentang buah maja yang menjadi asal-muasal Kerajaan Majapahit. Dalam buku ini, kita tidak hanya diajak untuk memahami pesan-pesan yang terkandung, namun kita juga diajak untuk merenunginya. Sedikit kekurangan dari buku ini adalah cara mendapatkannya yang relatif susah.
Read More …



....

Demokrasi Liberal: D
Komunisme : K

KOMPARATOR

1)Sistem Pemerintahan
D: Demokrasi
K: Kediktatoran

2)Kekuasaan
D: Pembagian: eksekutif, legislatif, yudikatif
K: Pemusatan

3)Jumlah Partai
D: Lebih dari satu
K: Tunggal

4)Partai Oposisi
D: Ada
K: Ditiadakan, dianggap pengkhianat

5)HAM
D: Diakui
K: Tidak diakui

6)Keagamaan
D: Percaya Tuhan
K: Atheis

7)Perbedaan Pendapat
D: Dipertimbangkan dan didiskusikan
K: Tidak dianggap

8)Aturan
D: Rule of Law
K: Rule of Power

9)Sistem Ekonomi
D: Desentralisasi
K: Sentralisasi

10)Terhadap Hukum Internasional
D: Mematuhi
K: Melawan

11)Code of Behaviour
D: Kebenaran dan kedamaian
K: Kebohongan dan kekejaman

12)Titik Berat
D: Individu
K: Proletariat/ kelompok/ komunitas

13)Pengelolaan Perusahaan
D: Pemerintah dan Perorangan
K: Hanya Pemerintah


Daftar Pustaka

Poerbopranoto, Koentjoro. 1978. Sistim Pemerintahan Demokrasi. Jakarta: Eresco
Budiardjo, Miriam. 1982. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia
Mas’oed, Mohtar dan Colin MacAndrews. 1993. Perbandingan Sistem Politik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Sukarna. 1981. Demokrasi Versus Kediktatoran. Bandung: Alumni
Tirtoprodjo, Susanto. 1961. Sejarah Pergerakan Nasional. Jakarta: Pembangunan Jakarta
Read More …



Jean Jacques Rousseau (1712-1778), dilahirkan di Jenewa dalam keindahan pegunungan Alpen, dia dikenal termasuk pada golongan romantik, yaitu kecenderungan mendahulukan emosi daripada pemikiran atau kegunaan. Golongan ini dengan slogannya kembali ke alam, lebih menyukai suasana desa yang asri dan indah daripada suasana kota yang bising dan menjemukkan.

.....

Ibunya meninggal saat ia bayi dan ia diasuh oleh saudara ibunya dan ayahnya yang miskin. Masa kecilnya tidak begitu indah ketika meninggalkan sekolah pada umur 12 dan pada gilirannya meninggalkan Jenewa pada umur 16. Hidup Rousseau memang sangat aneh, juga ia memiliki kepribadian yang aneh pula. Ia adalah orang yang penuh perasaan, semangat, dan sangat blak-blakan tentang dirinya. Apa yang dilihat orang lain, walaupun sejelek apapun, adalah pribadi sebenarnya darinya. Sifat ini dapat diamati dari bukunya yang berjudul Le Confessions (Pengakuan).

Kontrak Sosial Rousseau

Rousseau dengan romantik-nya dalam mengamati pendirian negara dan masyarakat juga dapat kita lihat pada bukunya Du Contrat Social (Perjanjian Sosial). Tulisan ini menggambarkan semangat kembali ke alam pedesaan yang asri, dengan meninggalkan perkotaan, perdagangan, industri, uang, dan kemewahan. Namun, Rousseau tidak asal menolak kota, ia setuju arti kota pada Yunani Kuno.

Dalam bukunya, Rousseau berpendapat bahwa dalam mendirikan negara dan masyarakat kontrak sosial sangat dibutuhkan. Namun, Rousseau berpendapat bahwa negara dan masyarakat yang bersumber dari kontrak sosial hanya mungkin terjadi tanpa paksaan. Negara yang disokong oleh kemauan bersama akan menjadikan manusia seperti manusia sempurna dan membebaskan manusia dari ikatan keinginan, nafsu, dan naluri seperti yang mencekamnya dalam keadaan alami. Manusia akan sadar dan tunduk pada hukum yang bersumber dari kemauan bersama. Kemauan bersama yang berkwalitas dapat mengalahkan kepentingan diri, seperti yang menjadi pokok permasalahan pemikiran Hobbes.

Konsep pertama Rousseau tentang negara adalah hukum (law). Rousseau menyebut setiap negara yang diperintah oleh hukum dengan Republik, entah bagaimanapun bentuk administrasinya. Selanjutnya, badan legislatif (the legislator) yang “maha tahu” membuat dasar aturan/ hukum namun sama sekali tidak memiliki kekuasaan memerintah orang. Menurutnya, kekuasaan legislatif harus di tangan rakyat sedang eksekutif harus berdasar pada kemauan bersama. Rakyat seluruhnya, dianggap sejajar dengan penguasa manapun, mengadakan sidang secara periodik dan ini meminggirkan fungsi eksekutif. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat yang seperti ini sulit terjadi pada kota yang sangat besar.

Rousseau tidak membenarkan adanya persekutuan, termasuk partai yang menurutnya hanya berujung pada penyelewengan. Selain itu, menurutnya, negara jangan terlalu besar dan terlalu kecil dengan masalahnya masing-masing, disarankan sebesar polis.

Kebaikan Teori Rousseau antara lain sebagai landasan demokrasi modern dan menonjolkan fungsi warga negara dalam masyarakat dan negara. Selain itu, Rousseau mengubah sistem politik penuh kekerasan menjadi musyawarah. Teori dan perjanjian ini juga akan menunjukkan tanggung jawab pemerintah terhadap rakyatnya. Teori Kontrak Sosial-nya menganut aliran pactum unionis, yaitu perjanjian masyarakat yang sebenarnya. Ia menghendaki bentuk negara di mana kekuasaanya di tangan rakyat, atau Demokrasi Mutlak.

Kelemahannya teori ini antara lain tidak berdasar historis dan setiap orang mau tidak mau terikat kontrak sosial, bukan sukarela. Namun, Rousseau seakan tidak konsekuen, dikarenakan ia mementingkan pungutan suara, padahal bersumber dari kwantitas. Selain itu, Rousseau tidak menjelaskan jika ada kemauan bersama yang telah disepakati namun ada beberapa orang yang merasa berbeda pendapat maka orang itu tidak dapat dikatakan dipimpin atas kemauan bersama. Pemikiran Rousseau tentang negara, di mana konsep negara sangat abstrak, juga dapat mempengaruhi terwujudnya pemerintahan yang totaliter, diktator.

Pemikiran Rousseau tentang agama sangat aneh, hal ini juga dilihat perubahan agamanya dari Calvinisme menjadi Katholik dan kembali Calvinisme. Ia dengan tegas menolak adanya agama Protestan di negaranya. Hal itu dikarenakan Protestan mementingkan isolasi diri dan berpotensi memecah-belah negara. Agama baginya adalah sebagai penguat negara, bukan sebaliknya. Rousseau lebih membenarkan negara seperti Nabi Muhammad dan khalifah-khalifahnya yang memiliki perpaduan antara rohaniah dan duniawiah.

Walaupun Rousseau sangat terkenal di Perancis, namun di Inggris tidak sama sekali. Pemikiran Locke tentang keterwakilan dilanjutkan oleh John Stuart Mill. Jika dilihat lebih lanjut, pemikiran Rousseau tentang kontrak sosial sebenarnya dapat dibandingkan dengan teori kontrak sosial sebelumnya, versi Thomas Hobbes dan John Locke.

Kontrak Sosial versi Hobbes dibandingkan dengan Rousseau

Thomas Hobbes (1558-1676) menggambarkan keadaan yang kacau balau, ketika setiap manusia berperang dengan manusia lain. Menurut Hobbes, setiap manusia memiliki keinginan yang sangat kuat untuk memiliki kekuasaan demi kekuasaan dan keinginannya hanya akan diberhentikan oleh ajal. Walaupun sebenarnya manusia juga berkeinginan untuk hidup damai dan rukun, namun tingkatannya masih kalah dari kekuasaan. Akibat pandangan Hobbes bagi hidup bermasyarakat dan bernegara diungkapkannya dengan keadaan alami (state of nature), suatu keadaan di mana fitrah dan tabiat manusia terdapat tanpa ada hambatan dan restriksi apapun. Dengan sendirinya, potensi perselisihan dan perang dengan kekerasan sekalipun akan terjadi untuk mempertahankan kebebasannya, tentunya dengan menguasai akan lebih efektif. Wajar jika seperti itu, Hobbes melupakan pertimbangan akal budi manusia yang sebenarnya dapat mempengaruhi tindakan mereka.

Hobbes lantas memberi solusi berupa kontrak sosial dan manusia, yang selalu dihantui ketakutan, akan terdorong untuk melakukan perjanjian dengan memilih penguasa di antara mereka. Pihak-pihak yang berjanji menyerahkan kekuatan dan kekuasaannya kepada sang penguasa. Namun, menjadi masalah ketika sang penguasa tidak mengikatkan diri pada perjanjian, hal ini menyebabkan sang penguasa memiliki kekuatan dan kekuasaan yang absolut. Walaupun sang penguasa memiliki kekuasan absolut, menurut Hobbes seseorang dapat menentang jika sudah menyakiti secara jasmaniah.Teori Kontrak Sosial-nya menganut aliran pactum subyectionis.

Teori Kontrak Sosial Rousseau dan Hobbes sama-sama mengelompokkan manusia pada dua masa, pra-negara dan bernegara. Teori milik Rousseau yang menganut aliran pactum unionis, sangat berkebalikan dengan versi Hobbes dengan pactum subyectionis. Belum lagi nilai-nilai hewan pada diri manusia pada pemikiran Hobbes tidak berlaku pada Rousseau. Konsep penguasa pada pemikiran Hobbes yang tidak terikat janji berbeda dengan perjanjian yang mengikat semua pada pemikiran Rousseau. Penguasa versi Rousseau hanya sekedar “pelayan” dari kepentingan rakyat banyak, sedangkan menurut Hobbes sangat berkuasa.

Kontrak Sosial versi Locke dibandingkan dengan Rousseau

John Locke (1632-1704) bertentangan dengan Hobbes dalam hal ini. Tidak seperti pemikiran Hobbes yang memuat nilai-nilai hewan pada manusia, Locke menganggap adanya nilai kemanusiaan. Locke menganggap penguasa absolut yang notabene manusia biasa akan dapat terpengaruh sifat kotor manusia dan memperburuk kondisi. Oleh karena itu, solusi Locke adalah menyusun badan legislatif yang membuat hukum, badan eksekutif yang melaksanakan, dan kekuasaan federatif yang menyangkut dalam pembuatan perjanjian dan persekutuan. Sempat menyinggung tentang pentingnya pengadilan, namun Locke melupakan badan yudikatif begitu saja.

Kelemahan pemikiran Locke adalah berkurangnya peran pemerintah, mengingat eksekutif tergantung legislatif. Selain itu, penyuburan dinasti ekonomi menyebabkan si miskin tanpa milik tidak memiliki suara. Locke juga jauh mementingkan masalah mayoritas daripada minoritas.
Walaupun banyak kelemahan, pemikirannya sangat berpengaruh di negara-negara Barat, teorinya tentang pemisahan kekuasaan (separation of powers) dikembangkan oleh Montesquieu. Pemikiran Locke tentang Kontrak Sosial untuk selanjutnya diikuti oleh Rousseau, tentunya dengan perbedaan, seperti perbedaan mendasar Kontrak Sosial versi Locke dan Hobbes. Teori Kontrak Sosial-nya menganut aliran pactum unionis dan pactum subyectionis.

Jika ditilik, asal usul negara menurut Locke dan Rousseau hampir sama, yaitu kehidupan individu bebas dan sederajat. Teori Kontrak Sosial Rousseau dan Locke juga sama-sama mengelompokkan manusia pada dua masa, pra-negara dan bernegara. Keduanya juga memasukkan nilai kemanusiaan pada pemikirannya, tidak seperti Hobbes. Teori Kontrak Sosial Locke yang menganut kedua aliran, pactum unionis dan pactum subyectionis, bagi Rousseau cukup pactum unionis. Para penguasa menurut keduanya sama-sama berkurang kekuasaannya, tidak mutlak. Jika Locke mengenal keterwakilan rakyat, di mana legislatif merupakan amanah rakyat, tetapi Rousseau menginginkan rakyat sendiri dan ini bukan ide cemerlang untuk negara besar. Pemikiran Locke tentang kekuasaan legislatif dan eksekutif dipisahkan namun dapat saling mempengaruhi, Inggris menurutnya sebagai contoh terbaik, walaupun kenyataan berkata lain. Locke dan Rousseau sama-sama mengaburkan kekuasaan judikatif, namun pemikiran Locke memiliki rangka untuk dikembangkannya Trias Politika oleh Montesquieu.

Trias Politika dibandingkan dengan Kontrak Sosial Rousseau

Trias Politika (Tiga Pembagian Kekuasaan) adalah kekuasaan legislatif sebagai pembentuk undang-undang, kekuasaan eksekutif yang menjalankan undang-undang, dan kekuasaan judikatif yang mengadili pelanggaran. Doktrin Trias Politika pertama kali disinggung oleh John Locke, dan untuk selanjutnya diperjelas oleh Montesquieu (1689-1755). Locke pernah menyinggung tentang eksekutif dan legislatif, namun melupakan judikatif, walaupun ia tahu pentingnya pengadilan. Giliran pada taraf Montesquieu ditafsirkan sebagai pemisahan kekuasaan (separation of powers) .

Latar belakang dari Trias Politika yaitu untuk menjamin adanya kemerdekaan, dan ketiganya harus terpisah-pisah dikarenakan jika:

· Eksekutif + Legislatif = Tidak akan terjadi kemerdekaan.
· Judikatif + Eksekutif + Legislatif = Tidak akan terjadi kemerdekaan.
· Judikatif + Legislatif = Kehidupan dan kemerdekaan negara dikuasai pengawasan suka-hati, hakim juga membuat undang-undang.
· Judikatif + Eksekutif = Hakim akan sangat keras dan menindas.

Legislatif pada Trias Politika harus terletak pada seluruh rakyat, dilakukan dengan perwakilan rakyat. Perwakilan bangsawan, Montesquieu juga bangsawan, terdiri dari dua kekuasaan, yaitu eksekutif dan judikatif. Kebebasan kekuasaan judikatif yang ditekankan Montesquieu di sinilah letak kemerdekaan individu dan hak azasi manusia dijamin dan dipertaruhkan. Berbeda dengan Locke yang memasukkan judikatif pada eksekutif, Montesquieu, sebagai seorang hakim, menganggap eksekutif dan judikatif adalah berbeda.

Doktrin Trias Politika Montesquieu banyak mempengaruhi orang Amerika saat undang-undangnya dirumuskan, sehingga Amerika dianggap mencerminkan Trias Politika dalam konsep aslinya. Misalnya, presiden Amerika tidak dapat dijatuhkan Congress, dan sebaliknya. Presiden dan menteri dilarang merangkap sebagai anggota Congress, serta presiden tidak diperkenankan membimbing Congress. Mahkamah Agung berkedudukan bebas, sekali diangkat presiden, selanjutnya tergantung kelakuannya.

Jika Kontrak Sosial Rousseau dibandingkan dengan Trias Politika maka akan terdapat banyak perbedaan. Mengingat Trias Politika Montesquieu melanjutkan pemikiran John Locke, bukan Rousseau. Pemikiran Locke dengan kekuasaan eksekutif, legislatif, dan federatif serta juga menganut keterwakilan rakyat inilah yang dimaksud. Rousseau dengan demokrasi absolutnya, berpikiran masyarakat seluruhnya sebagai pemegang kekuasaan yang sama dengan penguasanya. Kekuasaan eksekutif dan legislatif sangat tergantung pada rakyat. Padahal, pemikiran Trias Politika versi Montesquieu ini memisahkan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan judikatif, khususnya dengan penyempurnaan segi judikatif. Tidak seperti Rousseau yang berpikiran kekuasaan rakyat mendominasi, Montesquieu menganggap kekuasaan harus dipisah dan tidak pada orang yang sama. Namun hal ini juga beresiko dominasi oleh tiap kekuasaan, oleh karena itulah ada checks and balance.

Checks and Balance dibandingkan dengan Kontrak Sosial Rousseau

Amerika dianggap mencerminkan dipengaruhi doktrin Trias Politika Montesquieu dalam konsep aslinya. Walaupun ketiganya sudah dipisah sesempurna mungkin, namun para penyusun UUD Amerika Serikat masih menganggap perlunya menjamin bahwa masing-masing kekuasaan tidak melampaui batas. Oleh karena itu, solusi yang diambil Amerika Serikat adalah pengadaan sistem checks and balance (pengawasan dan keseimbangan) di mana setiap kekuasaan dapat mengawasi dan mengimbangi kekuasaan lainnya.

Dalam rangka checks and balance ini karakteristik Trias Politika Amerika Serikat berubah menjadi:

-Presiden diberi wewenang memveto rancangan undang-undang yang telah diterima
-Congress, namun veto dapat dibatalkan Congress dengan dukungan 2/3 suara dari kedua Majelis.
-Mahkamah Agung mengecek badan eksekutif dan legislatif melalui judicial review (hak uji).
-Hakim Agung yang diangkat badan eksekutif dapat dibatalkan Congress jika terkena masalah kriminal.
-Presiden juga dapat di-impeach oleh Congress.
-Presiden boleh menandatangani perjanjian internasional dianggap sah jika Senat mendukungnya.
-Pengangkatan jabatan-jabatan yang termasuk wewenang Presiden perlu persetujuan Senat.
-Pernyataan perang hanya boleh diselenggarkan Congress.

Jadi, sistem checks and balance ini mengakibatkan satu cabang kekuasaan dalam batas-batas tertentu dapat turut campur dalam tindakan cabang kekuasaan lain, tidak dimaksud untuk memperbesar efisiensi kerja (seperti di Inggris dalam fungsi dari kekuasaan eksekutif dan legislatif), tetapi untuk membatasi kekuasaan dari setiap cabang kekuasaan secara lebih efektif. Keanehan di Inggris, menurut Montesquieu yang merupakan suri-teladan dari Trias Politika sama sekali tidak ada pemisahan kekuasaan. Selain itu, negara berbasis komunis secara tegas menolak Trias Politika.

Mengamati dari beberapa negara yang menganut Trias Politika ada kesulitan dalam praktek penafsirannya. Ada kecenderungan untuk menafsirkan Trias Politika tidak lagi sebagai pemisahan kekuasaan (separation of powers), tetapi sebagai pembagian kekuasaan (division of powers) yang diartikan hanya fungsi pokok yang dibedakan menurut sifatnya serta diserahkan kepada badan yang berbeda (distinct hands), tetapi untuk selebihnya kerjasama di antara fungsi-fungsi tersebut tetap diperlukan untuk kelancaran organisasi.
Jika pemikiran Rousseau dibandingkan dengan Trias Politika yang sudah menganut checks and balance jelas berbeda. Pertama, Trias Politika Montesquieu menganut pemikiran Locke, yang agak berbeda dengan Rousseau. Kedua, checks and balance adalah pengembangan dari Trias Politika Montesquieu. Namun, pemikiran Rousseau, dengan tanggung jawab pemerintah kepada rakyatnya, musyawarah rakyat, merupakan landasan demokrasi modern yang juga dipertimbangkan.

Kesimpulan

Pemikiran J.J. Rousseau adalah pemikiran yang cukup berbeda dengan pemikiran Hobbes dan Locke. Namun, dapat dikatakan jika Rousseau berusaha mencari konsep negara yang baik menurutnya. Hal itu mungkin dapat dihubung-hubungkan dengan kepribadiannya yang unik. Pemikiran Rousseau juga bukan merupakan dasar dari Trias Politika Montesquieu dan checks and balance. Namun, pemikiran Rousseau, campur tangan masyarakat pada negara, dapat dikatakan cukup dipertimbangkan dalam tatanan demokrasi modern.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Tom. 1994. Tujuh Teori Sosial. Yogyakarta: Kanisius.
Rousseau, Jean-Jacques. 1762. The Social Contract and The Discourses. Terjemahan oleh G. D. H. Cole. 1993. London: David Campbell Publishers Ltd.
Budiardjo, Miriam. 1982. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.
Noer, Deliar. 1982. Pemikiran Politik di Negeri Barat. Jakarta: C.V. Rajawali.
Henslin, James M.. 2006. Sosiologi dengan Pendekatan Membumi. Terjemahan oleh Kamanto Sunarto. 2007. Jakarta: Erlangga.
Rauf, Maswadi. 2000. Konsensus Politik : Sebuah Penjagaan Teoritis. Jakarta: Dirjen Dikti, Depdiknas.
Chilcote, Ronald H.. 2003. Teori Perbandingan Politik: Penelusuran Paradigma. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Read More …

Three wallpapers for all of The Gunners's Fans. Arsenal's ace striker Robin van Persie and marvellous Andrei Arshavin. You'll find an Arsenal badge wallpaper here. Check it out and hope you like it.



....


Read More …

Lanjutan....(Lihat bagian 1)

Gambar dua layer, layer yang atas dengan diffuse glow, blend mode: difference, dan opacity =fill =50%.


....

3)Setelah dirasa cukup puas dengan modifikasi tadi, timbun gambar tadi dengan mendrag gambar baru di atasnya. Lebih baik pilih gambar yang agak rumit dan bertekstur.
*ini gambar bernama lapangan*

4)Modifikasi gambar lapangan dengan Diffuse Glow, Blend mode, Opacity atau Fill sesuai selera.
*ini saya edit hanya dengan mengubah blend mode menjadi hard light.


5)Gandakan layers lapangan dengan duplicate layer dan kita mendapat layer baru dengan modifikasi yang sama.

6)Dengan mengaktifkan layer baru (Lapangan copy) dengan mengklik pada layer, selanjutnya tekan Ctrl+T untuk free transform.
Dengan kondisi free transform, klik kanan gambar dan pilih flip horizontal dan atur sedemikian rupa.

6)Hasilnya akan seperti ini.


Namun, tentu akan lebih baik jika kita berkreasi dengan bebas dan kreatif tanpa hanya terpaku sebuah tutorial.

Untuk diketahui, Gambar Arshavin.jpg juga menggunakan cara ini, namun lebih rumit dan menggunakan lebih banyak layer.
Demikian untuk tutorial kali ini, semoga berguna.
Read More …

Tutorial memanipulasi gambar untuk dibuat wallpaper.



....


Saya belumlah ahli dalam photoshop, tapi dalam tutorial ini saya sekedar share ilmu yang saya punya. Layer yang dimaksud adalah lapisan foto dan tiap foto dapat tertimbun satu sama lain. Untuk diketahui, saya dalam belajar mendesain tidak selalu mengikuti apa yang ada dalam tutorial, namun mengembangkan dari tutorial yang ada. Semoga berguna.


1) Pertama kita siapkan sebuah foto yang dengan ukuran berapapun.
*ini foto berukuran 800x600 dan saya beri nama gambar*







2)Lalu gandakan layer dengan klik kanan gambar tersebut di layers dan duplicate. Kita mendapat 2 layer gambar yang sama.





3)Modifikasi gambar ke 2 (Gambar copy) dengan mengubah parameter pada:











-Diffuse Glow
(Filter/Distort/Difuse Glow)
Salah satu filter yang sangat menarik. Kita bisa memodifikasi Graininess, Glow Amount, Clear Amount dengan kadar terbaik menurut kita.



-Blend mode
Ada 25 pilihan, antara normal, dissolve hingga luminosity. Setiap mode punya keunikan tersendiri, semisal difference.
*ini hasil diffuse glow ditambah difference*


- Opacity dan Fill
Kita bisa mengubah parameter dari mulai 0% hingga 100% yang kurang lebih berarti menipiskan layer (tembus ke belakang) atau tidak tembus.
*Ini dengan dengan 50% pada keduanya*


bersambung bagian 2.....
Read More …