Abstractive Sense

Definisi Komunisme

Komunis bermula dari ajaran Marxisme (oleh Karl Marx dan Friedrich Engels). Secara sederhana marxisme diartikan sebagai paham kebendaan (materialisme).

.....

Ajaran ini tidak mempercayai Tuhan (atheis),melainkan percaya dan menerima segala sesuatu yang wujudnya benda. Selanjutnya, marxisme berkembang menjadi komunisme,yaitu paham tentang masyarakat ideal yang sama rata sama rasa....

Sejarah Komunisme

Bermula pada abad ke-19 di Eropa, kemajuan industri malah menimbulkan kesengsaraan kaum buruh. Keadaan tersebut ternyata menggugah para cendekiawan untuk mencari solusi walau pada awalnya masih terkesan hanya angan-angan belaka. Pada akhirnya, Karl Marx menemukan paham yang disebut marxisme. Walaupun berasal dari Jerman, tetapi ia diusir dan menetap di Inggris. Marx berpendapat tidak adanya keadilan ketika orang kaya menindas orang miskin.

Oleh karena itu perlu diciptakan masyarakat adil sama rata sama rasa.Dengan dibantu Friedrich Engels, Marx berhasil menerbitkan karangan-karangan yang menjadi landasan komunisme, diantaranya yang paling terkenal adalah Manifesto Komunis dan Das Kapital. Selanjutnyam, Marxisme yang berkembang menjadi komunisme diterapkan pada abad ke-20 di Uni Soviet oleh Vladimir Lenin (masa jabatan 1917-1924), dan disebut marxisme-leninisme. Cukup sukses diterapkan oleh Lenin, marxisme-leninisme dilanjutkan dengan sedikit pengembangan oleh pemimpin-pemimpin Uni Soviet setelahnya, Stalin, Kruschev. Stalin (masa jabatan1924-1953) memerintah dengan tangan besi dan lebih kejam dari Lenin. Komunisme juga melebarkan sayap ke Cina oleh jasa Mao Dze Dong dan dikenal dengan Maoisme. Bermula ketika revolusi ketiga (1949) di Cina, Partai Komunis Cina (PKC) sebagai penguasa, komunisme semakin semakin subur di Cina. Komunisme yang semula teori ekonomi lalu masuk ke dalam sistem masyarakat, menjadi ideologi, dan anti agama.

Komunisme juga pernah singgah di Indonesia sebagai PKI (Partai Komunis Indonesia). Nama PKI baru dipakai pada 1920, sebelumnya bernama ISDV (Indische Sociaal Demokratische Vereeniging) dan didirikan oleh Sneevliet, Brandsteder, Dekker (dari Belanda), dan Semaun (pribumi). Revolusi 1917 di Uni Soviet menyebabkan masyarakat Indonesia mulai memperhatikan aliran komunis. Apalagi ketika Partai Komunis Rusia mengeluarkan manifest: “Pembebasan Negara-negara yang terjajah hanya dapat tercapai dengan pembebasan kaum buruh di Eropah”. PKI kebanyakan hanya bergerak di bawah tanah, namun setelah Indonesia keluar dari PBB pada 1965 dan kedekatan Indonesia-RRC, maka PKI mendapat tempat dan mempengaruhi kebijakan pemerintah. Berkeinginan menjadikan Indonesia Negara komunis, PKI merasa TNI AD menjadi halangan. Pada 30 September 1965, PKI melakukan aksi yang terkenal dengan G30S dan berhasil membunuh delapan orang AD. Semakin berbahayanya PKI membuat pemerintah turun tangan dalam penangkapan DN Aidit dan pemberantasan PKI hingga komunisme di Indonesia tinggal sejarah.

Karakteristik Sistem Pemerintahan Komunisme

  • Diktator proletariat
  • Tidak mengakui hak milik pribadi
  • Partai tunggal, partai komunis
  • Oposisi dimusnahkan hingga akar-akarnya
  • Kekerasan dipandang sebagai alat sah untuk mencapai komunisme
  • Gagasan monisme, menolak golongan-golongan di masyarakat karena merupakan tanda perpecahan
  • Negara merupakan alat untuk mencapai komunisme, negara seolah-olah dilenyapkan
  • Tidak ada proses legislatif secara terbuka, dan relatif sedikit undang-undang publik yang diumumkan
Daftar Pustaka

Poerbopranoto, Koentjoro. 1978. Sistim Pemerintahan Demokrasi. Jakarta: Eresco
Budiardjo, Miriam. 1982. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia
Mas’oed, Mohtar dan Colin MacAndrews. 1993. Perbandingan Sistem Politik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Sukarna. 1981. Demokrasi Versus Kediktatoran. Bandung: Alumni
Tirtoprodjo, Susanto. 1961. Sejarah Pergerakan Nasional. Jakarta: Pembangunan Jakarta.


Leave a Reply